JOMBANG — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Jombang menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan cara yang menyentuh hati. Alih-alih pesta pora, PSMTI memilih berbagi kebahagiaan bersama warga binaan di Yayasan Usiawan Jombang Best Living (JBL), Minggu (1/3/2026).
Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional asal Jombang, Sadarestuwati, Sp., M.MA. (Mbak Estu), anggota DPR-RI empat periode, serta Wiwin Sumrambah, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Menegaskan Pluralisme di Kota Santri
Mbak Estu, yang memiliki garis keturunan Tionghoa dari sang ayah, menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi PSMTI dalam menjaga kerukunan. Menurutnya, masyarakat Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari kemajemukan di Kabupaten Jombang.
“Terima kasih masih menganggap saya keluarga. PSMTI telah membuktikan bahwa pluralisme di Jombang terjaga dengan sangat baik,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Senada dengan itu, Wiwin Sumrambah mengapresiasi langkah PSMTI yang merayakan Imlek dengan berbagi bingkisan dan angpau. Ia menilai aksi ini adalah perwujudan nyata karakter bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Bantuan Green House Hydroponics untuk Yayasan
Momentum Imlek kali ini membawa berkah tersendiri bagi Yayasan Usiawan JBL. Secara spontan, Mbak Estu menjanjikan program bantuan berupa Green House Rumah Hydroponics. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah pemberdayaan bagi warga binaan panti jompo agar tetap produktif dan memiliki unit usaha mandiri.
Ketua Panitia pelaksana menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di panti jompo bertujuan untuk menunjukkan sisi lain kehidupan masyarakat Tionghoa. “Kami ingin menegaskan bahwa tidak semua warga Tionghoa berada dalam keberuntungan materi. Hidup itu beragam, dan di hari Imlek ini, kami ingin berbagi rasa syukur dengan mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Imlek Beriringan dengan Ramadhan: Jombang Kota Toleransi
Ketua PSMTI Jawa Timur yang turut hadir mengusulkan agar semangat berbagi ini dilanjutkan dengan agenda Buka Puasa Bersama mengingat perayaan Imlek tahun ini beriringan dengan bulan suci Ramadhan. Usulan tersebut langsung disambut baik oleh Mbak Estu dan dijadwalkan akan terlaksana pada Kamis mendatang.
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), Didik Tondo Susilo, menyebut harmoni ini kian mempertegas predikat Jombang sebagai Kota Toleransi. Ia mencontohkan keberadaan Taman ASEAN di Selatan Ringin Contong sebagai simbol fisik perdamaian antar-etnis dan agama di Jombang.
Perayaan ditutup dengan pembagian angpau dan bingkisan kepada seluruh warga binaan dan undangan, menciptakan suasana hangat di tengah rintik hujan awal Maret.

















