KUPANG – Ungkapan “dalam suka maupun duka” bukan sekadar janji manis di atas altar bagi pasangan suami istri asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Di tengah ujian penyakit berat yang menimpa sang suami, sang istri mengambil keputusan besar dan berani: mendonorkan satu ginjalnya demi orang yang dicintainya.
Kisah yang memicu haru netizen ini berawal saat sang suami didiagnosis menderita gagal ginjal dan harus berjuang melewati masa-masa kritis. Mengingat kondisi fisik dan mental sang suami yang makin terguncang, sang istri enggan hanya menjadi penonton pasif di samping ranjang rumah sakit.
Relakan Sebagian Tubuhnya
Ia memilih menyerahkan sebagian dari tubuhnya sendiri agar sang suami dapat kembali sehat dan melanjutkan hidup bersama. Keputusan ini diambil bukan tanpa rasa takut, mengingat prosedur transplantasi organ membawa risiko medis yang tidak kecil bagi donor maupun penerima. Namun, harapan untuk terus menggenggam tangan pasangan hidupnya mengalahkan segalanya.
Bagi sebagian orang, transplantasi mungkin sekadar tindakan medis biasa. Namun bagi keluarga ini, momen tersebut adalah bukti nyata ketulusan cinta yang rela berkorban tanpa menghitung untung rugi. Tindakan heroik ini sekaligus menjadi pengingat di tengah riuh-pikuk dunia, kesetiaan sejati hadir dalam bentuk pengorbanan yang paling sunyi namun mendalam.
Panen Doa dan Simpati
Kisah inspiratif ini pun memanen doa dan simpati dari masyarakat luas. Banyak yang berharap proses medis yang dijalani keduanya berjalan lancar, serta memberikan kesembuhan total bagi sang suami dan kesehatan yang berkelanjutan bagi sang istri.












