Praktisi Drum Band Jombang Pertanyakan Keberangkatan Kontingen KEJURNAS FYBI, Soroti Nama Organisasi hingga Penggunaan Istilah

JOMBANG – Keberangkatan kontingen Kabupaten Jombang untuk mengikuti KEJURNAS FYBI 2026 menjadi perhatian praktisi drum band. Dedy Fauriza Rosyadi, praktisi drum band Jombang yang juga Anggota Corps Jury dan Humas Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur, mempertanyakan keberangkatan kelompok tersebut.

Persoalan ini mencuat setelah Bupati Jombang Warsubi memberangkatkan 289 atlet pelajar berprestasi Kabupaten Jombang untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Pelepasan berlangsung pada 2 November 2026 di Pendopo Kabupaten Jombang.

Kedua ajang olahraga pelajar tersebut dijadwalkan digelar pada 6–11 November 2026 di Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah utama. Sejumlah cabang olahraga juga digelar di kota lain, seperti Surabaya, Madiun, dan Kabupaten Kediri.

Selain kontingen POPDA dan PEPARPEDA, terdapat satu kelompok kontingen yang turut diberangkatkan untuk mengikuti KEJURNAS FYBI 2026. Bagian inilah yang kemudian menjadi sorotan Dedy Fauriza Rosyadi.

Sebut FYBI Bukan Organisasi Resmi Drum Band

Dedy menyatakan bahwa FYBI bukanlah cabang olahraga atau organisasi resmi drum band. Menurutnya, nama organisasi resmi dan/atau cabang olahraga drum band Indonesia adalah PDBI.

Ia menilai Pemerintah Kabupaten Jombang seharusnya melakukan penyaringan terlebih dahulu. Menurutnya, hal itu mudah dilakukan karena dapat dilihat dari nama organisasi.

“PDBI merupakan kepanjangan dari Persatuan Drum Band Indonesia, sedangkan FYBI itu mengatasnamakan sebagai Federasi Youth Band Indonesia. Dari nama saja sudah terlihat kebahasaan yang dijunjungnya,” ujar Dedy.

Soroti Penggunaan Istilah KEJURNAS

Dedy juga menyoroti penggunaan istilah KEJURNAS. Menurutnya, kejuaraan olahraga tingkat nasional yang kemudian disingkat KEJURNAS merupakan hak kekayaan intelektual milik KONI. Karena itu, ia menilai penggunaan istilah tersebut oleh FYBI menyalahi ketentuan.

“Akan tetapi, ini tajuk lombanya FYBI pakai term KEJURNAS. Ini saja sudah sangat menyalahi,” tegasnya.

Ia menambahkan, PB PDBI telah memutuskan bahwa KEJURNAS PDBI 2026 akan diselenggarakan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada 4–9 November 2026. Saat ini, Pengprov PDBI Jawa Timur sedang melakukan seleksi atlet.

“PB PDBI telah memutuskan bahwa KEJURNAS PDBI 2026 itu akan diselenggarakan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada 4–9 November 2026. Kami Pengprov PDBI Jawa Timur sedang melakukan seleksi atlet saat ini,” tegas pria yang juga aktif sebagai paralegal tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jombang maupun pihak penyelenggara KEJURNAS FYBI terkait persoalan yang dipertanyakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *