SIDOARJO – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Prof. Dr. KH Muhammad Zakki, Drs., S.H., M.Si., C.Med., CICSS, menggelar tasyakuran atas pengukuhan dirinya sebagai guru besar di Universiti Geomatika Malaysia (UGM), Melaka, Malaysia. Acara penuh syukur tersebut berlangsung meriah di kompleks Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Jalan Tirta Bougenville No. 69, Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Sejumlah tokoh penting dan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) turut hadir. Di antaranya Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, mantan Ketua PWNU Jatim Prof. KH Ali Maschan Moesa, serta Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas 300 pengusaha dan 200 jemaah preneur.
Gelar Tasyakuran di Ponpes Mukmin Mandiri
Pengukuhan KH Muhammad Zakki sebagai profesor dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka di Universiti Geomatika Malaysia pada Sabtu (3/10/2026). Momentum ini menjadi catatan kebanggaan sekaligus bentuk penegasan atas kiprahnya mengembangkan pendidikan pesantren terintegrasi berbasis kewirausahaan.
Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Ekosistem Usaha Pesantren Entrepreneur: Transformasi Pesantren dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Motor Penggerak dan Pusat Ekonomi Umat”, Kiai Zakki menekankan urgensi pergeseran paradigma pesantren. Menurutnya, lembaga pesantren tidak boleh hanya menjadi benteng transmisi keagamaan, melainkan wajib tampil sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jika dulu pesantren fokus mencetak santri yang alim, maka hari ini pesantren harus mencetak santripreneur yang alim sekaligus mandiri secara ekonomi. Tidak hanya tafaqquh fi ddin (memahami agama), tetapi juga tafaqquh fi ttijaarah (memahami perdagangan),” ujar Kiai Zakki melalui keterangan resminya, Senin (2/11/2026).
Gagas Ekosistem UMKM Emas dan Barista Kopi Santri
Sosok yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha Emas Nusantara (PPEN) ini menjelaskan bahwa semangat kemandirian tersebut ditransformasikan lewat berbagai inisiatif usaha. Dalam momentum tasyakuran, Kiai Zakki memperkenalkan inovasi pemberdayaan UMKM berbasis pesantren, mulai dari investasi emas, komoditas perhiasan, hingga racikan barista kopi santri Jawa Timur.
Pihaknya kini tengah merancang kolaborasi strategis dengan PT Pegadaian Kanwil Jawa Timur guna memperluas akses permodalan dan keterlibatan masyarakat luas.
“Kami ingin mencatatkan ekosistem baru bagi UMKM di bidang komoditas perhiasan emas serta barista kopi santri. Harapannya anak-anak kita semakin berkembang. Yang belum berwirausaha bisa memulai, sedangkan yang sudah berjalan dapat semakin besar,” papar mantan Wakil Ketua Baznas Jatim tersebut.
Program penguatan ekonomi ini menyasar jemaah Ngaji Sugih, Mukmin Mandiri, Masjid Al-Furqon, Takmirul Muslimin, hingga jejaring komunitas masyarakat pesisir dan perkotaan.
Apresiasi Ketua DPRD Jatim dan Tokoh PBNU
Pencapaian akademik tersebut mendapat apresiasi hangat dari Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf. Ia berharap gelar tertinggi akademik tersebut membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas.
“Semoga ilmu dan gelar ini bermanfaat fid-dunya wal-akhirah. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tutur Musyafak.
Musyafak menilai perpaduan latar belakang Kiai Zakki sebagai ulama, pengusaha, dan akademisi merupakan modal berharga dalam memperkuat sinergi antara Pemprov Jatim, DPRD Jatim, dan sektor UMKM. Mengingat Jawa Timur merupakan lumbung pangan dan kekuatan ekonomi berbasis UMKM.
Nada kebanggaan senada disampaikan Pengurus PBNU, Prof. KH Ali Maschan Moesa. Mengingat rekam jejak Kiai Zakki sejak aktif di IAIN, PMII, hingga Senat Mahasiswa, ia meyakini juniornya tersebut mampu terus mengabdi bagi kemajuan dunia pendidikan.
“Semangat dan inovasinya sangat luar biasa sejak mahasiswa. Alhamdulillah sekarang sudah menyandang gelar profesor. Mudah-mudahan ke depan bisa merintis dan memimpin Universitas Pesantren Mukmin Mandiri,” pungkas Ali Maschan.












