Plafon Masjid Baiturahman Nagan Raya Ambruk Tengah Malam, Area Mihrab Rusak Parah

NAGAN RAYA — Musibah menimpa Masjid Baiturahman di Gampong Blang Baro, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Plafon ruang utama masjid dilaporkan ambruk secara tiba-tiba pada Selasa (13/1/2026) sekitar tengah malam.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh pengurus masjid saat hendak mempersiapkan ibadah salat Subuh berjamaah. Beruntung, saat kejadian masjid dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa.

Penyebab Diduga Rangka Besi Tak Kuat Menahan Beban

Ketua Pengurus Masjid Baiturahman, Tgk. Hartadi, menjelaskan bahwa ambruknya plafon tersebut diduga kuat akibat kondisi rangka besi yang sudah tidak mampu menopang beban material. Kerusakan paling parah terlihat tepat di bawah area mihrab atau tempat imam memimpin salat.

“Material plafon dan rangka besi runtuh ke lantai ruang utama. Kami bersyukur kejadiannya tengah malam saat tidak ada aktivitas jemaah, sehingga tidak menimbulkan korban,” ujar Tgk. Hartadi.

Peringatan: Bagian Plafon Lain Mulai Menggelembung

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi masjid saat ini cukup mengkhawatirkan. Selain area yang sudah ambruk, sebagian plafon lainnya di dalam masjid tampak mulai menggelembung. Hal ini menjadi tanda adanya daya tahan beban yang tidak normal dan berisiko memicu ambruk susulan di titik berbeda.

Pihak pengurus masjid mengimbau kepada seluruh jemaah untuk sementara waktu tidak mendekati atau beraktivitas di area yang terdampak demi menghindari potensi bahaya lanjutan.

Langkah Perbaikan dan Koordinasi Teknis

Pasca-kejadian, pengurus masjid langsung melakukan pengamanan lokasi dan berencana segera berkoordinasi dengan aparatur gampong serta instansi terkait di Kabupaten Nagan Raya.

Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap konstruksi bangunan masjid guna memastikan keamanan sebelum dilakukan perbaikan total. Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian segera agar rumah ibadah ini bisa kembali digunakan dengan aman oleh warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *