Pertemuan Lintas Generasi Gerakan Penolak Lupa Gresik

Gresik – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Penolak Lupa (GEPAL) mengadakan Pertemuan Lintas Generasi (PETAGENI) 2 di Kedai Pinatih, Minggu (8/9). Acara dikemas dalam bentuk seminar kepemimpinan dengan mengangkat tema “Memimpin di Era Revolusi Industri 4.0. Tantangan dan Perspektif Baru Kepemimpinan yang Ideal”.

Hadir sebagai narasumber Prof. DR. Soetanto Soepiandy SH. MH pendiri Rumah Dedikasi, Drs. H. Mohammad Toha S.Sos, M.Si Kepala Balai Diklat Keagamaan, Hari Kurniawan, S.H., MH Komisioner Komnas HAM serta Jemmy Setiawan SH. MH aktivis 98. Sementara sebagai Keynote Speaker adalah anggota DPRD Kabupaten Gresik, Dimas Setio Wicaksono SH. MKn.

Dalam diskusi ini semua pemateri bersepakat untuk meningkatkan kualitas pemimpin dan kepemimpinan dengan mencerdaskan rakyatnya, dimana disanalah muncul kepemimpinan itu.

“Kita cerdaskan rakyat dengan cara kita. Dengan rakyat cerdas, maka mereka tidak akan mudah ikut jadi boneka,” kata Toha yang juga budayawan ini.

Sementara itu Profesor Tanto menandaskan bahwa nilai utama dari sebuah kepemimpinan adalah integritas. “Jika integritas dijadikan basis penilaian, maka kepemimpinan yang ideal itu bisa kita dapatkan,” jelas Profesor yang biasa dipanggil Daddy ini.

Hari Kurniawan sendiri berpesan bahwa para aktivis dari berbagai generasi yang hadir agar tidak takut dan ragu untuk berjuang, karena Komnas HAM akan selalu membersamai.

“Komnas HAM sudah banyak memberikan perlindungan terhadap aktivis yang dikriminalisasi dan akan terus memberikan perlindungan agar keadilan dan hak asasi manusia tetap terus disuarakan dan diperjuangkan,” kata Wawa sapaan akrab Hari Kurniawan.

Jemmy Setiawan sendiri mengatakan bahwa kepemimpinan harus siap dan mampu menjaga bangsa ini. Karena itu, pilihan pemimpin harus memiliki dasar landasan yang kuat. “Jangan sampai pemimpin yang terpilih bahkan tidak tahu tugas dia sebagai pemimpin. Tidak pernah menjadi Ketua OSIS apalagi memimpin organisasi tapi justru terpilih sebagai wakil rakyat, pembuat undang-undang. Jangan sampai itu terjadi lagi,” ujarnya.

Penulis: BAMBANG SOERYANTOEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *