02 November 2024 – Dalam suasana penuh syukur pemuda GMIT Klasis TTU merayakan HUT Reformasi ke-507 dan HUT GMIT ke-77 dengan menggelar kegiatan kebersamaan di jemaat Betel Dalehi.
Acara yang dihadiri oleh para pemuda GMIT Klasis TTU, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kefamenanu, dan para pendeta pendamping ini berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tarian tradisional rote dan sambutan hangat dari tuan rumah pemudi GMIT Betel Dalehi.
Ketua Klasis Timor Tengah Utara, Pdt. Andreas Isak Nubatonis, S.Th, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi mindset bagi pemuda GMIT.
“Orang yang pintar adalah orang yang sadar bahwa dia tidak tahu apa-apa dan membuka diri untuk terus belajar,” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan seminar bertema “Kristen Progresif” yang dibawakan oleh Pdt. Nara Kale Moy, S.Th. Materi ini disambut antusias oleh para pemuda dan memicu diskusi hangat tentang isu-isu terkini yang dihadapi oleh pemuda gereja.
Ketua Cabang GMKI Kefamenanu, Defri Sae, mengapresiasi kreativitas pemuda GMIT Klasis TTU dalam mendesain perayaan HUT Reformasi dan HUT GMIT dengan pendekatan seminar dan ibadah syukur. “Praktek seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat momentum tetapi dalam ruang-ruang informal lainnya,” tegasnya.
Upaya untuk membangun komunikasi aktif dengan semua komunitas kristen dan memperkuat doktrin teologis menjadi fokus utama dalam membangun pergerakan kristen progresif yang lebih baik.
Otje Thobias Luther Taopan, SE, UPP pemuda GMIT Klasis TTU, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga mendekatkan pemuda GMIT Klasis TTU pada ajaran Kristus dan nilai-nilai reformasi.
“Dengan semangat reformasi, kita dapat menjawab tantangan sosial dengan menjadi pemuda yang inklusif, adil, dan peduli terhadap sesama,” terangnya.
Ketua pemuda GMIT Klasis TTU, Ampilatus Boling Weni, A. Md, mengajak seluruh pemuda GMIT untuk terus bertumbuh menjadi pemuda yang bertransformasi, melayani sesama, dan menjadi berkat bagi sekitar, gereja, dan bangsa Indonesia.
Acara ditutup dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Vera Kotadia-Panie, S.Th, dengan tema “Gereja Merayakan Kasih dan Mewujudkan Perdamaian” (Rm 12:9-18). Perayaan ini menjadi momentum penting bagi pemuda GMIT Klasis TTU untuk menguatkan iman, membangun solidaritas, dan berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik.














