PEMALANG – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 05 Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWCNU Moga pada Selasa (7/7/2026) tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang.
Pelatihan diikuti oleh 115 peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan guru dari 21 Madrasah Ibtidaiyah yang tergabung dalam KKMI 05 Kabupaten Pemalang. Turut hadir Pengawas Madrasah serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bekal untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah masing-masing.
Bekali Guru dengan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Pokjawas Jawa Tengah, Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., yang juga merupakan Pengawas Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan.
Dalam paparannya, Suyanto menjelaskan konsep, strategi, dan langkah-langkah implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya membangun lingkungan belajar yang lebih humanis, berkarakter, serta berpusat pada peserta didik.
Ketua KKMI 05 Kabupaten Pemalang, Nasirin, S.Pd., berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal.
“Semoga pelatihan ini menjadi langkah untuk menyongsong madrasah yang semakin baik. Jangan sampai kegiatan ini disia-siakan karena telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya. Ilmu yang diperoleh hendaknya diterapkan di madrasah masing-masing demi peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Pengawas: Perlu Penguatan Kompetensi Berkelanjutan
Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Hj. Tusiyati, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pembekalan penting bagi kepala madrasah dan guru dalam menghadapi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurutnya, perubahan paradigma pembelajaran membutuhkan proses serta penguatan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.
Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui mekanisme gotong royong seluruh anggota KKMI 05 Kabupaten Pemalang sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Kemenag: Kurikulum Berbasis Cinta Harus Diwujudkan dalam Keteladanan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Dr. H. Sarif Hidayat, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berkaitan dengan administrasi pembelajaran, tetapi juga menyangkut sikap, empati, serta keteladanan seorang pendidik.
“Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan melalui pendekatan kasih sayang, empati, serta keteladanan. Kurikulum merupakan sebuah ide yang harus mampu menjembatani idealita dan realita sehingga dapat membangun budaya cinta di tempat bekerja dan lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh kepala madrasah dan guru di lingkungan KKMI 05 Kabupaten Pemalang mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga tercipta madrasah yang unggul, ramah anak, humanis, serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi.














