Milad ke-33 Persatuan Al-Ihsan Berlangsung Meriah, Perkuat Dakwah, Kebudayaan, dan Kepedulian Sosial

SURABAYA – Persatuan Al-Ihsan menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka Milad ke-33 yang berlangsung sepanjang Bulan Muharam 1448 Hijriah. Beragam kegiatan diselenggarakan, mulai dari bakti sosial, peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam, hingga perayaan Malam Asyura 10 Muharam sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.

Rangkaian peringatan milad diawali pada Minggu (22/6/2026) di Sekretariat Pusat Persatuan Al-Ihsan, Demak Timur XI, Surabaya. Acara dihadiri warga sekitar, pengurus pusat, serta perwakilan cabang Persatuan Al-Ihsan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tampilkan Seni Budaya Bernuansa Islami

Peringatan Milad ke-33 dikemas dengan berbagai penampilan seni budaya bernuansa Islami dan kebangsaan. Santri TPQ Al-Ihsan bersama Bidang Kepemudaan Persatuan Al-Ihsan menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari, musik, pembacaan puisi, hadrah, hingga kreasi seni lainnya.

Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda agar tetap mencintai budaya bangsa yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Kilas Balik Perjalanan Persatuan Al-Ihsan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Al-Ihsan, Fikri Hadi, S.H., M.H., CCD., dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah mensyukuri perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-33 tahun.

Ia menjelaskan, cikal bakal jamaah Al-Ihsan telah ada sejak tahun 1977 ketika didirikan di Magetan oleh Kyai Pamudji Rahardjo, yang kini menjadi Pendiri sekaligus Ketua Majelis Syuro Persatuan Al-Ihsan.

“Eksistensi jamaah ini telah dimulai sejak tahun 1977. Seiring bertambahnya jamaah di berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Surabaya, Bondowoso hingga Bandung, akhirnya dibentuk wadah organisasi Persatuan Al-Ihsan pada 6 Muharam 1415 Hijriah atau 16 Juni 1994 Masehi, yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Al-Ihsan,” ujar Fikri Hadi.

Menurutnya, hingga kini Persatuan Al-Ihsan terus berkembang dengan memiliki berbagai cabang dan perwakilan jamaah di sejumlah daerah, di antaranya Surabaya Barat, Banyuwangi, Pandaan, Indramayu, hingga Kalimantan.

Ia juga menyampaikan bahwa Persatuan Al-Ihsan telah memiliki legalitas sebagai organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, sementara TPQ Al-Ihsan juga telah terdaftar secara resmi.

“Kami berharap di bawah arahan dan bimbingan Kyai Pamudji Rahardjo, Persatuan Al-Ihsan terus menjadi organisasi sosial kemasyarakatan berbasis Islam yang mendapat keberkahan, ridha Allah SWT, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Ceramah Hijrah dan Semangat Kebersamaan

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya yang melibatkan generasi muda dari berbagai cabang Persatuan Al-Ihsan.

Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah bertema Hijrah yang disampaikan oleh Ustadz Agus Salim, S.Ag., M.Pd. dari Sidoarjo. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Perempuan dan Pemuda Jadi Pilar Organisasi

Ketua Urusan Peranan Wanita (UPW) Persatuan Al-Ihsan, Assoc. Prof. Farina Gandryani, S.H., M.Si., mengatakan bahwa Milad ke-33 tahun ini secara khusus melibatkan seluruh unsur organisasi, termasuk kaum perempuan dan generasi muda.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen tersebut menunjukkan bahwa Persatuan Al-Ihsan merupakan organisasi yang terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Keterlibatan perempuan dan para pemuda menunjukkan bahwa kami terbuka dan mampu mengakomodasi dinamika perkembangan masyarakat, termasuk isu-isu pemberdayaan perempuan,” ujar Farina Gandryani.

Ia berharap semakin banyak perempuan maupun generasi muda yang bergabung dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan Persatuan Al-Ihsan sehingga organisasi ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, dakwah, pendidikan, seni budaya, dan kepedulian sosial, Milad ke-33 Persatuan Al-Ihsan menjadi momentum memperkuat komitmen organisasi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya guna bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *