Jumat, (5/7/24) Puskesmas Napan dengan sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan Demo Masak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi perwakilan Kader Perdesa di Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara. Acara ini dihadiri oleh 24 orang kader dan bidan desa serta 5 petugas Puskesmas.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penyediaan makanan tambahan yang bergizi bagi masyarakat.
Pantauan Media Nasional S.O, Camat Napan yang turut hadir dalam acara memberikan sambutan hangat dan membuka kegiatan Demo Masak dengan penuh antusiasme.
Keberadaan Wakil Danpos TNI Napan dan Koordinasi Penyuluh KB Kecamatan Napan juga turut memeriahkan acara tersebut, menunjukkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Dalam acara tersebut terdapat 4 menu yang didemonstrasikan, yaitu Ayam Bumbu Padang, Puding Labu Siam, Sup Daging Sapi, dan Bubur Sorgum.
Para peserta dapat belajar langsung cara memasak menu-menu sehat dan bergizi ini untuk memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat.
Ketika dikonfirmasi awak media S.O, Albertus Korbaffo, S.Gz yang adalah Kepala Puskesmas Napan, ia mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam upaya meningkatkan kesehatan, mengurangi angka stunting, meningkatkan berat badan anak bayi balita, dan memerangi angka stunting yang difokuskan sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibu. Hal ini dilakukan melalui pemberian makanan tambahan yang seimbang dan berkualitas. Dengan partisipasi aktif dari para peserta, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif di tengah masyarakat.
“Demo masak PMT balita dan ibu hamil dilakukan karena kondisi kesehatan di Puskesmas Napan angka stuntingnya masih tinggi, gizi kurang, anak-anak kecil berat badan juga masih kurang sangat tinggi, sehingga kegiatan ini perlu dilakukan berbasis pangan lokal untuk meningkatkan zat gizi anak,” jelasnya.
Albert juga menambahkan, “Kiranya kegiatan ini dapat menurunkan angka stunting, mengurangi angka anak gizi kurang, berat badan tidak naik, dan memperhatikan keadaan gizi ibu hamil demi kesehatan janinnya,” tutur Albert yang juga adalah pengelola gizi di Puskesmas Napan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Hal lain, disampaikan Kordinator Penyuluh KB Kecamatan Bikomi Utara Yohanes Ki Sallu S. Sos. “Dengan adanya kegiatan bergengsi ini, kiranya dapat diimplementasikan kepada sasaran di desa masing-masing terutama ibu bayi balita dan ibu hamil untuk meningkatkan pola makanan yg bergizi,” ungkapnya.
Kegiatan ini adalah contoh kolaborasi yang sukses antara berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Semoga hasil dari pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat di wilayah Napan.













