Niat Tolong Wanita Tersesat, Warga Serang Justru Jadi Korban Pengeroyokan Brutal Geng Pesta Miras

SERANG — Malang tak dapat ditolak, niat baik Edi Suherman, seorang warga Kabupaten Serang, Banten, berujung petaka. Edi menjadi korban pengeroyokan brutal oleh tiga pria tidak dikenal saat mencoba menolong seorang perempuan yang mengaku tersesat, Sabtu (21/03/2026).

Insiden yang nyaris merenggut nyawa tersebut terjadi di kawasan Kampung Susukan, Kabupaten Serang, yang lokasinya tidak jauh dari kediaman korban.

Kronologi: Jebakan di Balik Pesan Singkat

Peristiwa bermula saat rekan korban, Yoga, mengundang Edi ke rumahnya melalui pesan WhatsApp. Sesampainya di sana, Edi diminta bantuan untuk menjemput seorang perempuan yang mengaku tersesat dan ingin pulang.

Namun, setibanya di lokasi penjemputan, Edi justru mendapati situasi yang mencekam. Di tempat perempuan tersebut berada, telah menunggu tiga pria yang sedang mengonsumsi minuman keras (miras).

Pengeroyokan Brutal dan Upaya Penyelamatan

Tanpa alasan yang jelas, ketiga pria asing tersebut langsung menyerang Edi secara membabi buta. Kepada awak media, Edi mengaku mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi.

“Selain dipukul, saya dicekik dan diinjak-injak oleh orang-orang tidak dikenal itu bersama kawan-kawannya,” ujar Edi dengan nada getir.

Melihat nyawa rekannya terancam, Yoga mencoba melerai aksi pengeroyokan tersebut. Namun nahas, ia justru turut menjadi sasaran pemukulan oleh kelompok pria beringas tersebut.

Tempuh Jalur Hukum: Pasal 170 KUHP Menanti

Tak terima dengan perlakuan brutal yang dialaminya, Edi Suherman didampingi dua orang saksi berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian setempat.

Korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap para pelaku dan memproses mereka atas dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP.

“Kami ingin keadilan. Tindakan premanisme seperti ini tidak bisa dibiarkan, apalagi motifnya belum jelas dan terjadi di lingkungan pemukiman,” pungkas pihak korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *