SOSOK  

Momentum Sumpah Pemuda, Belajar dari Prof. Soerya Respationo: Bangun Daerah Dimulai dari Bangun Manusianya

KEPULAUAN RIAU – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum refleksi bagi pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Riau. Di tengah kekayaan laut, posisi strategis, dan potensi ekonomi yang besar, kualitas manusia dinilai tetap menjadi penentu utama masa depan daerah.

Dalam refleksi yang diterima redaksi, perjalanan hidup Prof. Dr. H. M. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., disebut sebagai contoh bagaimana pendidikan, profesi, pengalaman pemerintahan, dan pengabdian akademik dapat berjalan beriringan selama puluhan tahun. Ia lahir di Semarang pada 12 September 1959 dan menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan magister dan doktor di bidang hukum. Pada 2023, ia resmi menyandang jabatan akademik profesor dalam bidang Ilmu Hukum Tata Negara.

Dari Pengacara hingga Wakil Gubernur

Sebelum dikenal sebagai politikus, Prof. Soerya menekuni profesi hukum dan dunia usaha. Ia merintis karier sebagai pengacara di Yogyakarta, lalu mengembangkan praktik hukum di Batam. Pengalaman itu memberinya kesempatan mengenal persoalan masyarakat dan dunia usaha dari dekat.

Karier politiknya tidak dimulai dari jabatan besar. Ia pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Ketua DPRD Kota Batam, berlanjut ke DPRD Provinsi Kepulauan Riau, hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur Kepri mendampingi Muhammad Sani pada periode 2010–2015.

Kiprah di Dunia Akademik

Bagian penting lain dari perjalanan Prof. Soerya adalah kiprahnya di dunia pendidikan. Ia telah mengajar di Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Batam sejak 2009. Bahkan, pada 2020, ia tetap menjalankan pengabdian sebagai dosen ketika menjabat Wakil Gubernur Kepri.

Ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Batam pada 23 Desember 2023, ia mengangkat orasi ilmiah tentang harmonisasi kebijakan dan praktik tata kelola, khususnya sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam. Topik itu dinilai relevan dengan karakter tata kelola Batam sebagai pusat industri dan investasi.

Pesan untuk Generasi Muda

Dalam refleksi tersebut, disoroti bahwa Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diucapkan dalam upacara. Semangat persatuan harus diterjemahkan menjadi kerja bersama untuk memastikan anak-anak muda dari pulau besar maupun pulau kecil di Kepri memperoleh kesempatan berkembang.

“Jabatan publik bisa berakhir, dinamika politik bisa berubah, tetapi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan kepada generasi berikutnya dapat terus memberi manfaat,” demikian kutipan dari refleksi yang diterima redaksi.

Pesan pentingnya, membangun SDM Kepri berarti memastikan letak geografis tidak menjadi penghalang bagi masa depan seseorang. Anak muda di Batam tidak boleh memiliki akses yang jauh lebih besar terhadap pendidikan dan pekerjaan, sementara anak-anak muda di pulau-pulau lain harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

Masa depan Kepri, menurut refleksi itu, tidak hanya ditentukan oleh kekayaan laut, besarnya investasi, atau megahnya pembangunan fisik. Masa depan itu juga ditentukan oleh anak-anak muda yang hari ini sedang belajar, bekerja, merintis usaha, atau mengembangkan keterampilan di kampung halamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *