SOSOK  

Dua Hati Satu Pengabdian, Kisah Bersahaja Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dan Indira Paramita

KEPULAUAN RIAU – Di balik perjalanan panjang seorang prajurit hingga menyandang tiga bintang di pundak, ada sosok keluarga yang setia menemani setiap langkah pengabdian. Kisah itu tergambar dalam perjalanan rumah tangga Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo dan sang istri, Indira Paramita, S.P., yang akrab disapa Ibu Mia.

Kunto Arief Wibowo saat ini mengemban amanah sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 itu telah melewati perjalanan panjang dalam karier militernya.

Namun, di balik seragam, pangkat, dan sederet penugasan yang dijalani, terdapat perjalanan keluarga yang turut menjadi bagian dari kisah pengabdiannya.

Bersama Indira Paramita, Kunto menjalani dinamika kehidupan keluarga prajurit yang lekat dengan perpindahan tempat tugas, tanggung jawab, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Tumbuh dalam Keluarga Militer

Kunto merupakan putra Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, tokoh militer yang pernah menjabat Panglima ABRI dan kemudian menjadi Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia.

Tumbuh dalam lingkungan keluarga militer membuat Kunto sejak dini dekat dengan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian.

Jejak tersebut kemudian membawanya memilih jalan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 1992 sebelum menjalani berbagai penugasan.

Karier militernya terus berkembang hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, baik di satuan tempur maupun komando kewilayahan.

Di sisi lain, Indira Paramita memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian. Setelah menikah, ia menjalani kehidupan sebagai istri prajurit dengan segala dinamika yang menyertainya.

Perpindahan dari satu daerah ke daerah lain menjadi bagian dari perjalanan keluarga mereka seiring dengan berbagai penugasan yang diterima Kunto.

Setia Mendampingi dari Satu Penugasan ke Penugasan Lain

Perjalanan seorang prajurit tidak hanya dijalani oleh dirinya sendiri. Keluarga turut menjadi bagian penting dalam setiap penugasan.

Hal itu pula yang dijalani Ibu Mia selama mendampingi perjalanan karier sang suami.

Ketika Kunto dipercaya menjabat Panglima Kodam III/Siliwangi, misalnya, Ibu Mia turut menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi.

Perannya tidak hanya terbatas mendampingi kegiatan kedinasan sang suami. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Mulai dari pembinaan keluarga prajurit, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari aktivitas yang dijalankan.

Peran tersebut menggambarkan bahwa perjalanan pengabdian seorang prajurit juga tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga yang berada di belakangnya.

Kesederhanaan di Balik Tiga Bintang

Di tengah perjalanan karier dan jabatan tinggi yang diemban, Kunto dan Ibu Mia dikenal tetap menjalani keseharian dengan sederhana.

Dalam berbagai kesempatan, keduanya terlihat turun langsung bertemu dengan prajurit maupun masyarakat.

Bahkan, sepeda motor menjadi salah satu sarana yang digunakan saat meninjau sejumlah wilayah dalam kesempatan tertentu.

Kebersamaan keduanya pun tidak hanya terlihat dalam acara-acara resmi kedinasan. Kepedulian terhadap keluarga besar TNI dan masyarakat turut menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi keluarga prajurit, kebersamaan memiliki makna tersendiri. Tugas yang sewaktu-waktu memanggil, perpindahan wilayah, hingga tanggung jawab besar menjadi dinamika yang harus dijalani bersama.

Di tengah kondisi itulah, dukungan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan pengabdian.

Keluarga Jadi Sumber Kekuatan

Rumah tangga Kunto dan Indira semakin lengkap dengan kehadiran dua orang anak.

Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesederhanaan yang lekat dengan kehidupan keluarga prajurit turut menjadi bagian dalam membesarkan anak-anak mereka.

Salah satu momen bahagia keluarga terjadi pada Februari 2023 ketika putri mereka, drh. Kania Rifai Raditya, menikah dengan Letda Inf. Muhammad Fakhri.

Momen tersebut menjadi salah satu perjalanan penting bagi keluarga besar Kunto dan Indira.

Di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab yang terus berganti, keluarga tetap menjadi tempat untuk kembali sekaligus sumber kekuatan dalam menjalani setiap amanah.

Dua Hati dalam Satu Perjalanan Pengabdian

Perjalanan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dan Indira Paramita menjadi potret kehidupan keluarga yang tumbuh bersama dalam dinamika pengabdian seorang prajurit.

Pangkat dan jabatan dapat berganti. Tempat penugasan pun dapat berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Namun, kebersamaan keluarga menjadi bagian yang terus menyertai perjalanan tersebut.

Di balik seragam seorang jenderal, ada keluarga yang turut menjalani konsekuensi dari sebuah pengabdian.

Kisah Kunto dan Ibu Mia pun bukan semata tentang perjalanan seorang perwira tinggi TNI dan istrinya, melainkan tentang dua hati yang berjalan bersama melewati berbagai penugasan, membangun keluarga, dan menjalani amanah dengan kesederhanaan.

Sebuah perjalanan tentang kesetiaan dalam mendampingi, keteguhan dalam menjalani tanggung jawab, serta kebersamaan yang tetap terjaga di tengah panjangnya jalan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *