Mencari dan mendapatkan pekerjaan bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, sekalipun bagi mereka yang sudah menempuh ataupun menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Diantara mereka yang mendapatkan kesulitan adalah kaum milenial dan Gen Z.
Keadaan miris makin terasa karena banyak kondisi pemuda yang dianggap tidak produktif, hal tersebut dapat di monitor dengan salah satu indikator dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu persentase usia muda (15-24 tahun) yang sedang tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan (Not in Employment, Education, and Training/NEET). Dan betul, kebanyakan dari mereka adalah Gen Z yang harusnya tengah di masa produktif.
Menurut BPS, ada berbagai alasan yang membuat anak muda masuk ke kelompok ini, seperti putus asa, disabilitas, kurangnya akses transportasi dan pendidikan, keterbatasan finansial, kewajiban rumah tangga, dan sebagainya.
Pada tahun 2023 ada sekitar 5,73 juta orang perempuan muda yang tergolong NEET. Sementara kelompok laki-laki muda yang tergolong NEET ada sekitar 4,17 juta orang.
BPS menilai, angka NEET yang lebih tinggi di kalangan perempuan dapat mengindikasikan banyaknya keterlibatan perempuan di kegiatan domestik seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya. Pekerjaan rumah tangga tersebut pula yang dinilai dapat menghalangi perempuan muda untuk melanjutkan sekolah atau memperoleh keterampilan kerja.












