MEMAKSIMALKAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK

American Corner UNAIR dan My America Surabaya berkolaborasi dengan komunitas Klub Literasi Anak dan Heztek Coding selenggarakan program yang menyadarkan kita akan peranan dan fungsi yang dimiliki oleh teknologi untuk anak dengan melibatkan Komunitas Klub Literasi Anak dan Heztek Coding.

American Corner (AMCOR) UNAIR merupakan sebuah tempat yang dibentuk dan dalam management dibina oleh Bagian Humas Konsulat Jendral Amerika Surabaya dimana semua penggeraknya adalah mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam team.

Dalam merencanakan dan menyusun program, Amcor dan Konjen AS selalu berkoordinasi dalam merencanakan dan menentukan semua program tahunannya. Seperti halnya dalam program yang satu ini, “Maximizing Technology Go To Cultivate Children Activity” atau dalam bahasa Indonesia adalah memaksimalkan teknologi untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreatifitas anak (31/5/2024).

Teknologi sudah menjadi bagian dari hidup manusia juga tidak terkecuali masyarakat Indonesia dimana negara yang tidak memiliki perhatian pada perkembangan teknologi, terutama handphone. Kita tidak bisa menghindari itu apalagi sampai membatasi atau melarang anak – anak untuk tidak menggunakannya.

Selama ini banyak orang dewasa masih beranggapan bahwa handphone (HP) lebih banyak memiliki dampak negatif untuk anak, sehingga tidak sedikit juga yang menjauhkannya dari jangkauan anak –anak.

Pada dasarnya, ketika anak mulai tertarik pada HP kita perlu meninjau apa yang membuat anak itu tertarik pada teknologi komunikasi ini. Kenapa demikian, karena itu merupakan starting point kita untuk mengembangkan kreativitas anak melalui HP sebagai medianya.

Dalam bidang pendidikan, bagi sekolah dan guru kepemilikan dan minat anak akan HP ini mempermudah kita dalam mengemas model pembelajaran yang menyenangkan dan tidak akan membosankan bahkan akan selalu dirindukan. Sekolah tidak perlu menganggarkan khusus untuk menyediakan media pembelajaran karena siswa atau peserta didik sudah menjadikan bagian dari kehidupannya.

Dengan sistem IoT dan AI, kita bisa menghadirkan objek apapun di dalam kelas sebagai setting pembelajaran materi yang akan kita ajarkan. Maka ini artinya, efektif karena menghemat waktu dan yang pasti terjangkau karena sekolah ada di tangan anak – anak (Hands – on). Sehingga kapanpun pembelajaran akan bisa kita lakukan, di sekolah tinggal evaluasi usaha mereka dalam mencari informasi dan bahkan bisa jadi mereka memperoleh informasi lebih dulu dan kita saling melengkapi informasi untuk memberikan memberikan pemahaman.

Sudah tidak waktunya lagi kita melarang siswa membawa HP dan menyuruh mereka untuk menitipkannya ketika masuk sekolah. Seharusnya, kita menyesuaikannya dengan apa kebiasaan mereka dalam berjelajah menggunakan HP miliknya. Yang paling utama, sekolah harus mempunyai account google terintegrasi untuk menjadikan jejak digital kreativitas juga meningkatkan value sekolah.

Dan itu juga merupakan cara kita melindungi mereka sebagai konsumen para pemburu keuntungan melalui teknologi informasi dunia ini yang tidak pernah mempertimbangkan impact pada masa depan anak.

Penulis: DEDY F. ROSYADI, S.Pd., M.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *