ACEH SELATAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa Tapaktuan sukses menggelar sosialisasi dan praktik langsung pembuatan pestisida organik serta pupuk organik cair di Desa Pajupian, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Melalui program kerja berbasis edukasi pertanian berkelanjutan ini, para mahasiswa membagikan ilmu perguruan tinggi dengan mempraktikkan pembuatan Jadam Sulfur, Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba), hingga inovasi pemanfaatan air endapan semen sebagai sumber kalsium alami untuk tanaman cabai merah keriting.
Inovasi Pangkas Biaya Operasional Petani Lokal
Ketua Kelompok 1 KKN STIP Yashafa, Rafi Pratama, menjelaskan bahwa program kerja kelompoknya dirancang khusus untuk merespons ketergantungan petani lokal terhadap pupuk kimia toko yang harganya relatif tinggi di pasaran.
“Kami berinisiatif menerapkan ilmu pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik cair dan pestisida alami untuk mengurangi biaya pengeluaran petani di Desa Pajupian yang selama ini mayoritas masih bergantung pada pupuk kimia komersial. Program kerja kami berfokus langsung pada pemberdayaan sektor pertanian,” ujar Rafi Pratama di lokasi kegiatan, Sabtu (29/8/2026).
Manfaatkan Bahan Alami Hingga Air Endapan Semen untuk Cabai
Selain pembuatan Jakaba dan Jadam Sulfur yang efektif mengendalikan hama serta menutrisi tanah, mahasiswa Fakultas Pertanian ini juga memperkenalkan racikan air endapan semen yang kaya kandungan kalsium. Inovasi sederhana ini terbukti sangat bermanfaat untuk mencegah kerontokan buah dan meningkatkan kualitas hasil panen tanaman cabai merah keriting milik warga.
Masyarakat dan kelompok tani Desa Pajupian menyambut hangat kehadiran inovasi ini. Selain ramah lingkungan, pembuatan pupuk cair dan pestisida mandiri ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus menekan biaya operasional pertanian masyarakat Aceh Selatan secara signifikan.












