Kemensos dan Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan Lewat Data Tunggal DTSEN

GRESIK — Kementerian Sosial RI bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam mensosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakhiri ego sektoral data dan memastikan bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Kegiatan bertajuk “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi” ini digelar di Gedung Mandala Bakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (30/3/2026).

Satu Pintu Data Kemiskinan: Akhiri Ego Sektoral

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025, data kemiskinan kini dipusatkan satu pintu di bawah pengelolaan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10 yang akan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.

“Data kemiskinan itu dinamis, setiap hari ada yang meninggal dan melahirkan. Tugas kita di daerah adalah membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan,” ujar Gus Ipul. Ia meminta kolaborasi erat mulai dari tingkat RT/RW, Kepala Desa, hingga Bupati untuk menghadirkan data akurat guna menghindari kesalahan sasaran.

Partisipasi Masyarakat Melalui Fitur “Usul” dan “Sanggah”

Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Kemensos membuka ruang bagi masyarakat untuk mengawasi distribusi bansos. Jika ditemukan penerima yang tidak layak (memiliki aset mewah), masyarakat dapat melapor melalui:

  • Aplikasi Cek Bansos: Fitur “Usul” dan “Sanggah”.

  • Command Center Kemensos: Kontak 171 (layanan 24 jam).

  • WhatsApp Lapor Bansos: 08877 171 171.

Capaian Penurunan Kemiskinan di Gresik

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, melaporkan tren positif penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Persentase penduduk miskin Gresik turun dari 10,32% (Maret 2024) menjadi 9,95% (Maret 2025).

Berdasarkan aplikasi SIKS-NG, tercatat sebanyak 541.714 jiwa masuk dalam kategori desil 1-4. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 25,39% yang telah tercover bantuan seperti PKH, BPNT (Sembako), dan PBIJK, sehingga masih terdapat tantangan untuk menjangkau warga lainnya yang belum tersentuh bantuan.

Pembangunan Sekolah Rakyat dan Bantuan Modal

Wabup Alif juga memaparkan progres pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik di Desa Raci Tengah yang kini mencapai 27,36%. Sekolah ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun ajaran 2026–2027.

Dalam kunjungan ini, Gus Ipul juga menyerahkan bantuan kewirausahaan senilai Rp391.853.366 kepada 75 orang tua siswa SRMA 37 sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keluarga agar mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *