Kasus Penembakan Mobil Mengendap Setahun, Polsek Pancur Batu Didemo Warga Tiga Kali: Ada Apa?

PANCUR BATU — Penanganan kasus penembakan misterius yang menimpa Robin Sembiring hingga kini masih menemui jalan buntu. Ketidakjelasan perkembangan laporan polisi bernomor LP/B/106/III/2025/SPKT/POLSEK PANCUR BATU tertanggal 5 Maret 2025 tersebut memicu gelombang protes warga yang telah menggelar aksi unjuk rasa sebanyak tiga kali di depan Mapolsek Pancur Batu.

Korban mempertanyakan keseriusan penyidik mengingat rantai kepemilikan mobil yang digunakan pelaku sebenarnya telah teridentifikasi dengan jelas.

Mata Rantai Mobil Pelaku Teridentifikasi

Robin Sembiring mengungkapkan bahwa bukti lapangan dan keterangan saksi sudah sangat kuat. Pelaku diketahui menggunakan mobil Suzuki Carry Pick Up warna hitam saat melancarkan aksinya. Berdasarkan penelusuran mandiri, mobil tersebut telah berpindah tangan melalui skema gadai.

“Pemilik asli mengakui mobil itu digadaikan kepada pria berinisial I alias Ribut. Lalu, Ribut memberikan keterangan kepada polisi bahwa mobil itu digadaikan kembali kepada pria berinisial B, warga Desa Lama,” ujar Robin kepada awak media, Senin (19/1/2026).

Meskipun saksi-saksi kunci seperti Ribut dan B kabarnya telah diperiksa oleh penyidik Polsek Pancur Batu, hingga kini belum ada penetapan tersangka terkait siapa eksekutor penembakan yang beraksi di atas mobil tersebut.

Kekecewaan Korban dan Mosi Tidak Percaya

Lambannya penanganan kasus ini memicu mosi tidak percaya dari masyarakat. Robin menilai ada kejanggalan karena identitas pemegang unit mobil saat kejadian sudah diketahui, namun pelaku utama seolah tak tersentuh hukum.

“Identitas yang memegang mobil sudah diperiksa, tapi kenapa sampai sekarang tidak ada titik terang siapa pelakunya? Ini yang membuat kami sangat kecewa dan merasa kasus ini sengaja dipetieskan,” tegas Robin.

Respons Polsek Pancur Batu

Menanggapi keluhan warga, Kapolsek Pancur Batu yang baru, Kompol Junaidi, memberikan respons singkat saat dikonfirmasi via pesan singkat. “Baik Pak, saya cek dulu ya,” tulisnya melalui WhatsApp, Senin (19/1).

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Junaidi Karosekali, memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. Sikap diam pihak Kanit Reskrim ini semakin menambah kecurigaan warga akan transparansi penyidikan kasus penembakan tersebut.

Warga mendesak kepemimpinan baru di Polsek Pancur Batu untuk bergerak cepat menuntaskan kasus ini agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat pulih kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *