Jalan Raya Talaga-Bantarujeg Lumpuh Akibat Longsor, Satu Rumah Warga di Blok Cibitung Tertimpa Material

MAJALENGKA — Musibah tanah longsor melanda jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Talaga dan Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jumat (23/1/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB ini menyebabkan akses jalan provinsi terhambat dan satu rumah warga mengalami kerusakan serius.

Titik longsor tepat berada di Blok Cibitung Naringgul, sebuah area yang memang dikenal memiliki kontur tebing yang rawan saat intensitas hujan meningkat.

Satu Rumah Warga Tertimpa Material Longsor

Material tanah dan bebatuan yang turun dari tebing tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga menghantam kediaman milik Bapak Nuryaman. Bagian bangunan rumah tersebut tertimbun material tanah, yang mengakibatkan kerugian materiil bagi pemilik rumah.

Beruntung, dalam musibah ini dipastikan tidak ada korban jiwa. “Kejadiannya cukup cepat saat malam hari. Syukurlah penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Petugas Gabungan Bersiaga di Lokasi

Mendapat laporan adanya kejadian tersebut, Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi bersama jajaran personel Polsek Bantarujeg langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan area.

Pihak kepolisian segera memasang tanda peringatan bagi pengguna jalan yang hendak melintas. Mengingat lokasi longsor berada di jalan raya provinsi yang vital, petugas mengimbau pengendara untuk mencari jalur alternatif atau ekstra waspada saat melintasi jalur Talaga-Bantarujeg, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Upaya Pembersihan Material

Hingga berita ini diturunkan, koordinasi untuk pengerahan alat berat terus dilakukan guna membersihkan material longsor yang menutup akses jalan. Tim gabungan beserta relawan setempat masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat tanah di sekitar Blok Cibitung masih terpantau labil.

Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *