Denada Akui Ressa Sebagai Anak Kandung di PN Banyuwangi, Namun Mediasi Rp7 Miliar Gagal Total

BANYUWANGI — Teka-teki mengenai status hukum dan biologis Ressa Rizky Rossano akhirnya menemui titik terang. Dalam sidang mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Kamis (29/1/2026), pihak penyanyi Denada melalui kuasa hukumnya memberikan pengakuan mengejutkan yang selama ini dinantikan publik.

“Dia Adalah Darah Daging Denada”

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, secara tegas menyatakan bahwa kliennya tidak pernah menyangkal status Ressa. Pengakuan ini sekaligus menepis isu liar yang beredar di media sosial mengenai penolakan status anak.

“Pihak Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak. Tolong digarisbawahi itu. Denada mengakui secara sadar bahwa Ressa adalah darah dagingnya,” ujar Iqbal usai persidangan.

Mediasi Buntu: Tuntutan Rp7 Miliar Jadi Ganjalan

Meski status anak sudah diakui, proses mediasi antara ibu dan anak ini dinyatakan gagal total. Pemicunya adalah tuntutan materil dari pihak Ressa yang dinilai sangat memberatkan dan tidak masuk akal bagi pihak Denada.

Iqbal mengungkapkan bahwa Ressa tetap bersikukuh pada tuntutan awal dalam gugatannya, yakni kompensasi sebesar Rp7 miliar. Karena pihak Denada keberatan dengan angka tersebut, hakim mediator memutuskan perkara ini berlanjut ke pokok perkara.

Bantahan Soal Penelantaran dan Bukti Transfer Januari 2026

Terkait pernyataan Ressa di berbagai media yang mengaku tidak pernah dibiayai sejak kecil, pihak Denada memberikan bantahan keras. Iqbal mengklaim telah mengantongi bukti-bukti kuat berupa catatan transaksi pengiriman uang untuk kebutuhan hidup dan pendidikan Ressa.

“Kasih sayang tetap dicurahkan, biaya sekolah juga dipenuhi. Saya punya bukti transfernya lengkap, bahkan terakhir pada Januari 2026 kemarin klien kami tetap mengirimkan uang,” tegas Iqbal di hadapan media.

Absennya Denada dan Kelanjutan Persidangan

Ketidakhadiran pelantun lagu “Mutha Futha” tersebut dalam persidangan sempat memicu spekulasi netizen. Namun, Iqbal memastikan bahwa absennya Denada murni karena jadwal syuting yang padat di Jakarta, bukan bentuk penghindaran.

Di sisi lain, publik kini menyoroti ketimpangan antara pengakuan Ressa yang ingin “bersimpuh di kaki ibu” dengan tuntutan uang miliaran rupiah yang tetap dipaksakan. Perseteruan ini dipastikan akan memanas di meja hijau dengan agenda pembacaan gugatan pada pekan depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *