JAKARTA — Di saat mayoritas keluarga merayakan momen hangat Idulfitri dengan berkumpul di rumah orang tua, sebuah video mengharukan sekaligus memicu perdebatan justru viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang menantu perempuan yang memilih untuk “angkat kaki” dari rumah mertuanya tepat di momen lebaran, Minggu (22/3/2026).
Keputusan drastis ini diambil lantaran sang menantu merasa sudah tidak sanggup lagi menghadapi campur tangan mertua yang dinilai terlalu jauh dalam urusan rumah tangganya.
Pindah Rumah di Tengah Suasana Idulfitri
Dalam unggahan video yang beredar luas, tampak sebuah mobil pickup terparkir di depan rumah dengan muatan penuh perabotan rumah tangga, mulai dari kasur, lemari, hingga peralatan dapur.
Keterangan dalam video tersebut menuliskan narasi yang menyayat hati: “Orang lain pada lebaran, wanita ini malah minggat dari rumah mertua karena sudah lelah untuk tinggal di sana.”
Keputusan untuk pindah di hari raya ini menunjukkan adanya puncak kekecewaan yang sudah tidak terbendung lagi, sehingga sang menantu merasa tidak perlu menunggu hingga masa libur lebaran usai.
Reaksi Netizen: Dukung “Kesehatan Mental”
Sontak saja, unggahan ini dibanjiri ribuan komentar dari netizen. Sebagian besar memberikan dukungan moral dan menganggap langkah tersebut adalah keputusan terbaik demi menjaga keharmonisan rumah tangga jangka panjang.
“Makanya kalau sudah nikah, sebisa mungkin jangan tinggal sama mertua. Meskipun di gubuk reot nggak apa-apa, daripada pikiran jadi nggak waras,” tulis salah satu netizen yang komentarnya disukai banyak orang.
Netizen lain pun menimpali dengan nada serupa, “Gak apa-apa banget pindah… demi kewarasan itu nomor satu.” Namun, ada juga yang mengingatkan dengan bijak, “Namanya rumah tangga pasti ada godaan, tinggal bagaimana cara menyikapinya.”
Pelajaran bagi Pasangan Muda
Fenomena “Menantu vs Mertua” memang menjadi isu klasik dalam budaya masyarakat Indonesia. Pakar psikologi keluarga sering kali menyarankan agar pasangan baru memiliki kemandirian tempat tinggal guna membangun fondasi rumah tangga yang kuat tanpa intervensi pihak ketiga, termasuk orang tua maupun mertua.
Tragedi pindah rumah di saat lebaran ini menjadi pengingat penting bagi setiap keluarga tentang batasan privasi dan pentingnya komunikasi yang sehat antara mertua dan menantu agar konflik serupa tidak terulang kembali.












