Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung, Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Rumah Kreasi Damar Kurung (RKDK) yang berlokasi di Jalan KH. Kholil No. 58, Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik, Sabtu (27/6/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Gresik berharap RKDK dapat menjadi pusat pelestarian budaya yang terintegrasi dengan sektor pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung dirangkaikan dengan peluncuran buku Menggantung Damar Kurung karya Kris Adji AW serta pembukaan pameran lukisan bertajuk Damar Kurung Melintas Waktu yang menampilkan karya para perupa dan penggiat Damar Kurung sebagai bentuk pelestarian warisan budaya khas Gresik.

Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Rumah Kreasi Damar Kurung tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan melalui pengembangan wisata budaya di Kabupaten Gresik.

Menurutnya, keberadaan RKDK harus mampu memberikan nilai ekonomi bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat sekitar melalui pengembangan ekosistem budaya yang berkelanjutan.

“Kami berharap Rumah Kreasi Damar Kurung dapat terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga mampu memberikan nilai ekonomi bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat sekitar,” ujar Bupati Yani.

Ia menilai potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas kreatif, dan masyarakat agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya yang kuat dan berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dinas terkait, seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah berkontribusi mewujudkan Rumah Kreasi Damar Kurung beserta pameran budaya tersebut.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tuturnya.

RKDK Diharapkan Jadi Episentrum Kreatif Anak Muda

Sementara itu, Ketua Panitia pembukaan Rumah Kreasi Damar Kurung dan pameran Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar Husaini, menyampaikan bahwa RKDK diharapkan menjadi episentrum kreativitas yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Ia berharap Rumah Kreasi Damar Kurung dapat menjadi ruang kolaborasi bagi anak-anak muda untuk belajar, berkarya, dan menghidupkan seni budaya Gresik secara berkelanjutan.

“Saya berharap tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, tempat ini menjadi wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus terbebani biaya,” ujarnya.

Dimeriahkan Berbagai Pertunjukan Seni

Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik Saifuddin Ghozali, seniman dan budayawan Gresik, Kris Adji AW, keluarga almarhumah Mbah Masmundari, akademisi Universitas Petra Aniendya Christianna, pelaku industri kreatif Damar Kurung, serta sejumlah camat dan lurah di wilayah Kecamatan Gresik.

Acara tersebut juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya Tari Damar Kurung dari Sanggar Wikus, penampilan musik akustik Boank and Friends, pembacaan puisi oleh Fatah Yasin, pertunjukan seni dari Kendati Chaos, serta orasi santai kebudayaan ala Gresikan yang dibawakan kreator konten TWUMAN.

Dengan diresmikannya Rumah Kreasi Damar Kurung, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan ruang kreatif tersebut mampu menjadi pusat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *