BEM Unitomo Singgung Ketua Umum Golkar di Depan Mahasiswa Baru

Surabaya – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Dr. Soetomo telah usai dilaksanakan. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Agustus 2024 dengan bertemakan “Merajut Harapan Soetomo Muda dengan Membawa Semangat Karya untuk Menghadapi Tantangan Dunia”.

Acara tersebut merupakan hajatan besar BEM Unitomo untuk menyambut mahasiswa baru 2024 dengan pembukaan sampai penutupan yang dikemas semenarik mungkin, mulai dari pemberdayaan ORMAWA, training activity di Koarmada II sampai penugasan maba melalui jejak digital.

Namun pelaksanaan penutupan PKKMB Unitomo kali ini menimbulkan beberapa atmosfir yang membuat suasana satu aula cukup panas, salah satunya disampaikan oleh Helvin Rosyanda Putra selaku Presiden Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Dalam orasinya Helvin menyampaikan, “Di luaran sana dengan bangga kampus-kampus besar saling senggol menyenggol, seperti Airlangga yang bangga akan rajanya, Gajah Mada dengan patihnya, UNTAG dengan penguasa merahnya tetapi yang saya sangat menyenangkan bukannya menyenggol antar partai, Ketua Umum Golkar telah menyenggol Raja Jawa tanpa mahkota yaitu Tjokroaminoto, yah betul silahkan diputar pidato Ketua Umum Golkar dengan bangga membanggakan keluarlah kata-kata Raja Jawa. Saya kira ucapan dia telah offside dari rambu-rambu garis sejarah yang tertulis di buku sejarah Indonesia Raja Jawa tanpa mahkota ialah His Tjokroaminoto”, jelasnya.

“Artinya beliau telah mentafsirkan bukan dari sudut titipan rakyat jawa. Tetapi beliau memberikan julukan itu karna raja jawa yang ia maksudkan telah memberikan naungan dan pahala yang besar bagi partainya,” tambahnya.

Sementara harapannya adalah adanya sebuah tokoh politik negara yang tidak tutup mata akan gagasan baru atau blue print pergerakan mahasiswa dalam menghadapi dunia politik maupun ekonomi berkelanjutan seperti halnya Dr. Soetomo pada masanya.

Sementara itu Wakil Presiden Mahasiswa BEM Unitomo turut memberikan pesan. “Kehidupan kita adalah anugerah, bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Mulailah mencatat setiap detik yang kita lalui, bagikan kepada orang-orang sekitar agar hari yang sedih menjadi gembira, agar jiwa yang haus menjadi hilang dahaga, dan wajah yang murung menjadi tawa,” pungkasnya.

Ketua pelaksana, Jalal Laisow dalam penutupannya menganalisa bahwa terdapat kemunduran dari seorang pemimpin di negeri ini, maka mahasiswa Unitomo harus siap menjadi pengganti posisi tersebut yang mana harus dibangun melalui organisasi-organisasi yang di internal maupun eksternal kampus.

“Selamat berproses, selamat bermimpi, mari kita bersama-sama meneruskan yang baik dan meluruskan hal-hal yang memang belum terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *