Dalam semangat kemanusiaan dan pelayanan masyarakat, sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) di 5 wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1621/TTS, yaitu Koramil-01/ Kota Soe, Koramil-02/ Amanuban Tengah, Koramil-03/ Mollo Utara, Koramil 04/ Amanatun Utara, dan Koramil 05/ Panite, turut serta membantu tenaga kesehatan dalam pemberian imunisasi polio bagi anak-anak usia 0-7 tahun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang berlangsung di sejumlah titik di wilayah koramil tersebut pada Senin, 29/07.
Salah satu Babinsa yang bertugas di wilayah Kota So’E, Komando Rayon Militer (Koramil) 1621-01/ Kota Soe Peltu Ended Sutisna menyatakan bahwa keterlibatan mereka bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi juga panggilan hati untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatan yang sama.
“Kami ingin memastikan setiap anak disini terlindungi dari polio. Ini adalah bagian dari tugas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan dari para Babinsa ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Kepala Dinas Kesehatan, Dr Ria A. Karolina Tahun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan dedikasi yang diberikan.
“Kehadiran Babinsa sangat membantu kami dalam menjangkau lebih banyak anak dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi para orangtua. Sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan sangat penting dalam kesuksesan program ini,” katanya.
Di wilayah Koramil 02/ Abanteng, Koramil 03/ Mollo Utara, Koramil 04/ Amanatun Utara, dan Koramil 05/ Panite, semangat yang sama juga tampak Babinsa bersama-sama dengan petugas kesehatan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari imunisasi. Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio dan cara pencegahannya.
Pekan Imunisasi Nasional Polio kali ini tidak hanya menjadi ajang pemberian vaksin, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, diharapkan program ini berhasil mencapai target dan menjadikan generasi muda Indonesia bebas dari polio.













