Antrian Panjang dan Kenaikan Harga: Kelangkaan BBM di Kota Kefamenanu NTT Mengguncang Mobilitas Masyarakat

FOTO: Masyarakat Kota Kefamenanu mengantri di SPBU Naesleu Jl. Sonbay Kefamenanu Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.
FOTO: Masyarakat Kota Kefamenanu mengantri di SPBU Naesleu Jl. Sonbay Kefamenanu Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Selasa, 3 Juni 2024 – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, telah menciptakan antrian panjang dan mempengaruhi mobilitas masyarakat. Fenomena ini terutama terjadi pada bahan bakar pertalite, yang menjadi sorotan utama dalam pemberitaan.

Di tengah kelangkaan ini, tiga SPBU di Kota Kefamenanu terlihat penuh dengan kendaraan dan pengendara yang antri. Di SPBU Naesleu, meskipun sudah larut malam hingga pukul 21:39, masih terlihat mikrolet angkutan kota dan kijang pickup menunggu dengan harapan bisa mengisi BBM.

Seorang sopir bemo bernama Lius (38) mengungkapkan kecemasannya, “Kami tetap antri disini sampai pagi agar besok bisa isi, sehingga besok bisa mencari uang untuk sambung hidup,” ucap seorang pengantri BBM.

Dalam penelusuran wartawan media nasional, di SPBU Kilo 2 Kota Kefa, seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pasokan BBM, terutama bahan bakar pertalite, mengalami penurunan.

Sementara itu, petugas SPBU Kilo Meter 4, atau yang dikenal sebagai Pertamina Bawah, menyatakan bahwa pasokan BBM di SPBU tetap seperti biasa, namun cepat habis tanpa alasan yang jelas.

Terkait dengan penyebab kelangkaan BBM, seorang petugas yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Masyarakat yang telah berjam-jam antri untuk mendapatkan BBM mengungkapkan kekhawatiran mereka. “Saya sudah hampir 2 jam antri di SPBU ini,” ujar Bung Rius dengan nada khawatir.

Seorang sopir angkutan umum berinisial RF (24) menyampaikan kesulitan yang dihadapi, “Minyak sulit didapatkan seperti ini tentu kami para sopir kesulitan, orang-orang kantor juga kesulitan, kita semua merasakan dampaknya.” Ia juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar yang mulai terjadi, bisa saja besok harga bemo naik hingga 7000 untuk mahasiswa dan 8000-9000 untuk orang dewasa.

RF berharap agar pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara tidak menganggap sepele kelangkaan ini karena dampaknya dapat menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat akibat ketersediaan BBM yang terbatas.

Sampai berita ini diturunkan Selasa, (4/6/24) sore hari masih terlihat antri berkepanjangan di 3 SPBU Kota Kefamenanu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *