Antrean BBM Mengular di Kota Langsa, Advokat Hasan Basri: Pernyataan Menteri Bahlil Picu Panic Buying

LANGSA — Fenomena antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat kembali menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Langsa, Kamis (5/3/2026). Kondisi ini memicu keresahan masyarakat di tengah teriknya matahari bulan Ramadan dan menjelang persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Advokat senior, H. Hasan Basri, S.H., M.H., yang memantau langsung situasi dari kantornya di Jalan Masjid Sidodadi, Langsa Lama, menyebut kondisi ini sebagai bentuk kepanikan masyarakat yang berlebihan.

Efek Pernyataan Menteri ESDM

Hasan Basri menilai keresahan warga diduga kuat dipicu oleh pernyataan Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, beberapa hari lalu terkait proyeksi ketersediaan BBM dalam 20 hari ke depan. Meski Menteri menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi, narasi tersebut justru ditangkap berbeda oleh sebagian masyarakat.

“Masyarakat tampak terprovokasi oleh pernyataan tersebut sehingga terjadi panic buying. Kondisi ini mengingatkan kita pada masa pasca-bencana banjir lalu, di mana warga berbondong-bondong mengantre karena khawatir pasokan terputus,” ujar Hasan Basri kepada awak media.

Warga Bawa Jerigen, SPBU Berlakukan Pembatasan

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean tidak hanya didominasi oleh kendaraan, tetapi juga warga yang membawa jerigen untuk menimbun stok BBM. Mengantisipasi kekosongan stok, pihak pengelola SPBU di Kota Langsa mulai memberlakukan kebijakan pembatasan jumlah pembelian.

Langkah ini diambil demi pemerataan distribusi agar seluruh lapisan masyarakat tetap mendapatkan pasokan, meski dalam jumlah yang terbatas.

“Seharusnya masyarakat tetap tenang. Pemerintah pasti mencari jalan keluar agar distribusi BBM tetap lancar, apalagi ini menjelang hari besar keagamaan. Jangan sampai kepanikan ini justru merugikan aktivitas ekonomi kita sendiri,” tambah Hasan Basri.

Harapan Kepastian Distribusi

Hingga saat ini, antrean panjang di beberapa titik strategis Kota Langsa masih menjadi pemandangan sehari-hari. Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera memberikan kepastian terkait keamanan stok nasional guna meredam kepanikan yang kian meluas.

Aktivitas masyarakat yang terhambat akibat antrean berjam-jam diharapkan dapat kembali normal sebelum memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *