Orang Terlantar Hidup di Bantaran Sungai Brantas Dusun Jatisari Desa Gebangbunder Plandaan Jombang Butuh Cepat Ditangani oleh Pihak Dinas Sosial

Berawal dari keresahan warga Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang tentang orang terlantar (26/06/2024), maka tim S.O melakukan penelusuran atas kebenaran berita mengenai orang terlantar di Plandaan.

Menurut pemaparan warga setempat (Bapak Slamet) orang terlantar tersebut bernama Sukat yang secara adminduk berdomisili di Dusun Klagen Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

Kejadian adanya orang terlantar tersebut pun sudah dilaporkan oleh pihak Pemdes Gebangbunder kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Plandaan (Nunuk Nurhayati), dan dari hasil wawancara melalui telepon dengan TKSK Plandaan menyampaikan bahwa sudah ditindaklanjuti ke Dinas Sosial Kabupaten Jombang, disamping itu TKSK Plandaan pun sudah bermediasi dengan Sekdes Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan Jombang dan pihaknya pun siap untuk membantu administrasi apabila orang terlantar tersebut dimasukkan ke panti jompo. Informasi awal yang didapatkan bahwa kamar panti jompo untuk laki-laki sudah penuh, dan informasi terakhir (28/06/2024) ada panti jompo yang siap menampungnya.

Kasi Pelayanan Desa Gebangbunder (Bapak Gunari Anggariono) menyampaikan, “Seminggu yang lalu saya mediasi di balai desa Sukorejo Perak dengan anak pertama yang dihadiri 2 anak Pak Sukat yang lain juga. Pak Sukat kategori masuk orang terlantar, karena sudah tidak ada perhatian dari semua keluarganya dan tidak mau menerimanya sehingga mengalami tekanan jiwa, kadang suka lewung pikirannya. Kondisi Pak Sukat juga semakin kurus karena sering sakit-sakitan sehingga tanggal 16 Juni 2024 saya rujuk ke Puskesmas Plandaan,” ungkapnya.

Tiga hari dirawat di Puskesmas Plandaan dipulangkan karena kondisi sudah mulai membaik. Dan terakhir saat ditemui oleh tim Media S.O kondisi Pak Sukat pun sakit, karena dari laporan warga sekitar (Bapak Slamet) menyampaikan, “Sukat itu semalam kehujanan, mau tak tampung di rumah saya malah saya sendiri yang punya rumah kok diusir, ya akhirnya tak suruh tinggal digubuknya sendiri yang ada di bantaran sungai Brantas,” ungkapnya.

“Harapan saya bersama Pemdes dan warga masyarakat berharap agar Dinas Sosial Kabupaten Jombang segera untuk mengambil tindakan nyata dalam hal ini,” tutupnya.

Penulis: SUPARLANEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *