Jombang, SIT AR – RUHUL JADID menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji yang merupakan program tahunan dan dihadiri oleh Pj. Bupati Jombang Sugiat, S.Sos., MPsi. T. dan perwakilan dinas terkait dengan tujuan memupuk kerinduan siswa akan ibadah ke Tanah Suci.

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar – Ruhul Jadid menyelenggarakan manasik haji dengan tema “Dengan Manasik Memantaskan Diri Untuk Berhaji” (21/06/2024) di stadion Merdeka Jombang. Kegiatan ini diikuti oleh dua ribuan (2000-an) peserta dari sekolah di wilker Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Sebagai sekolah yang berlatar belakang “Islam” kegiatan seperti Manasik Haji ini merupakan hal yang sangat penting. Mengingat Rukun Islam yang ke-5 (lima) ini membutuhkan persiapan yang besar dalam menjalankannya, selain biayanya yang besar masa tunggu dari ibadah yang dilakukan secara berjamaah dan kolektif ini sangatlah lama, yaitu sekitar 11 (sebelas) hingga 40 (empat puluh) tahunan.

Ibadah Haji tidak bisa dilakukan secara individu akan tetapi kolektif dan terjadwal pelaksanaannya oleh negara, dan lagi metode pemberangkatannya juga tersedia dengan banyak metode tergantung besaran biayanya. Maka dari itu, menimbang proses atau alur dalam melaksanakan ibadah haji ini, sehingga sangatlah penting kiranya untuk mengenalkan dan mendekatkan ke anak sejak dini hirarki dan perjuangan yang harus dimiliki dalam menjalankan ibadah besar ini.
Oleh karena itu, untuk memperkuat mental dan memperteguh iman seseorang, dalam hal ini anak – anak sangat besar capaian yang menjadi harapan seluruh ustadz dan ustadzah untuk memiliki haji sebagai program hidup kita sebagai manusia muslim.

H. Hartono, M.T., Kons. Ketua yayasan As – Saaofah SDIT, SMPIT, dan TKIT Ar – Ruhul Jadid menyampaikan bahwa program tahunan ini telah terselenggara untuk ke-14 kalinya, sebelumnya kegiatan ini diselenggarakan di Alon – alon Jombang akan tetapi untuk tahun ini dipindahkan ke stadion Merdeka dikarenakan tempat yang sebelumnya telah dialihfungsikan sebagai RTH atau singkatan dari Ruang Terbuka Hijau.

“Di Yayasan ini juga menyediakan Biro dan Travel Umroh dan Haji, sehingga program untuk ibadah besar ini sudah dirumuskan dan ditata supaya ustadz dan ustadzah bisa ibadah haji setiap tahunnya dan untuk anak – anak menimbang masa tunggu yang disosialisasikan Kementrian Agama adalah 40 tahun maka semoga perencanaan itu bisa dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Begitu halnya dengan Pj. Bupati Jombang, Sugiat, S.Sos., M.Psi. T., “Saya berharap dengan kegiatan ini kepada anak – anak kita memahami pentingnya ibadah haji serta menanamkan niat yang tulus untuk kelak dapat menunaikannya.”












