IPPM-PB Nabire Gelar Diskusi, Soroti Dampak Kehadiran Militer Non-Organik di Paniai

NABIRE – Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai Barat (IPPM-PB) Se-Nabire menggelar diskusi bertema “Pembacaan Situasi Pendropan Militer di Kabupaten Paniai dan Pada Umumnya di Papua”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (4/11/2026) pukul 15.00–16.35 WIT di Asrama Paniai Barat, Jalan Baru Kalibobo, Nabire, Papua Tengah.

Diskusi dipandu oleh Yohanes Kudiai. Doa pembukaan dipimpin oleh Melperi Pigai selaku Badan Pengurus, dan doa penutup dipimpin oleh Mahasiswa Otopia Degei.

Dalam diskusi tersebut, IPPM-PB menyoroti situasi di Kabupaten Paniai, khususnya terkait kehadiran aparat TNI-Polri non-organik. Mereka menilai kehadiran pasukan non-organik di beberapa wilayah seperti Distrik Agadide, Kampung Tuguwai, dan beberapa kampung lainnya menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Warga Merasa Traumatis

Menurut peserta diskusi, kehadiran militer non-organik yang masuk hingga ke pelosok membuat masyarakat setempat merasa traumatis. Ruang gerak masyarakat pun menjadi terbatas untuk beraktivitas, seperti ke kebun, ke hutan mencari kayu, ke danau mencari ikan, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam IPPM-PB Se-Nabire menyatakan sikap tegas. Mereka meminta agar kehadiran militer non-organik ditarik dari wilayah Kabupaten Paniai.

“Paniai lebih khususnya wilayah Paniai Barat bukan tempat militer. Kami menginginkan agar wilayah Paniai Barat tetap menjadi tempat yang aman, damai, dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari,” tegas salah satu perwakilan dalam diskusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *