BAYUNG LENCIR — Gelombang kritik tajam menerpa Bupati Musi Banyuasin (Muba), Toha. Di saat ribuan warga Kecamatan Bayung Lencir berjuang menembus pekatnya kabut asap dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sang kepala daerah justru menghadiri pembukaan lomba Perahu Bidar pada Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan data lapangan, sebanyak 121 titik api dilaporkan mengepung sejumlah wilayah di Kecamatan Bayung Lencir, meliputi Desa Mendis Jaya, Muara Medak, Muara Merang, hingga Kelurahan Bayung Lencir Indah.
Warga Luapkan Kekecewaan atas Minimnya Sense of Crisis
Ancaman bencana ekologis yang kian masif tersebut memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat terdampak yang menilai pemerintah daerah minim rasa empati serta tidak memiliki sense of crisis.
“Kami masyarakat di sini sedang berjuang mati-matian melawan api dan asap. Pemerintah daerah seolah abai dan tidak mengutamakan kondisi darurat ini,” cetus Edi, warga Desa Medak.
Lahan Belakang Koramil Terbakar Saat Acara Berlangsung
Kondisi ironis terjadi saat pembukaan seremonial Perahu Bidar berlangsung. Titik api dilaporkan membakar lahan tepat di area belakang Kantor Koramil Bayung Lencir dan nyaris merembet ke kawasan permukiman warga.
Bupati beserta jajaran kepala dinas dinilai membiarkan penanganan darurat berjalan tanpa kepemimpinan langsung dari kepala daerah di titik lokasi.
“Benar sekali, ada kebakaran di belakang Koramil pas acara berlangsung. Beruntung petugas pemadam, Sekcam, Plt Lurah, dan warga sekitar langsung sigap memadamkan api,” ungkap Yanto, warga Kelurahan Bayung Lencir.
Sikap pasif jajaran pimpinan daerah Musi Banyuasin ini memicu amarah publik, mengingat paparan racun asap Karhutla kian mengancam kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat Bayung Lencir.












