JOMBANG — Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka dalam suasana khidmah dan penuh antusiasme di Jombang. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah tokoh bangsa dan senior Nahdliyin turut hadir dalam gelaran akbar tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal PBNU KH Saifullah Yusuf, bersama jajaran pengurus PBNU, PWNU, dan PCNU se-Indonesia.
Gus Ipul dan Yenny Wahid Tekankan Khidmah untuk Maslahat Bangsa
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul), berharap nakhoda kepengurusan PBNU yang terpilih nantinya mampu menjaga marwah organisasi serta memperkaya khidmah untuk kemaslahatan bangsa dan warga Nahdliyin.
Harapan serupa disampaikan Yenny Wahid, putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia menegaskan bahwa selain memilih kepemimpinan baru, Muktamar ke-35 NU harus menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan publik.
“Bangsa ini menghadapi tantangan dan permasalahan yang sangat besar. Karena itu, sangat dibutuhkan kontribusi pemikiran serta keteladanan dari para ulama dan tokoh-tokoh Indonesia,” ujar Yenny Wahid.
Antusiasme Tinggi, Ruang Utama Penuh Hingga Peserta Tertahan di Luar
Gelombang kedatangan jajaran Rais Syuriyah, Katib, Ketua, dan Sekretaris dari tingkat PWNU hingga PCNU se-Indonesia membuat kapasitas aula utama terisi penuh sebelum rangkaian acara pembukaan dimulai.
Tingginya antusiasme peserta membuat beberapa utusan PCNU resmi—seperti perwakilan dari Batam, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Gorontalo, Lampung, Cikarang, Depok, hingga Pasuruan—tidak dapat masuk ke dalam ruang utama karena keterbatasan tempat duduk.
Kendati harus mengikuti jalannya pembukaan dari luar ruangan melalui pengeras suara dan layar monitor, para kiai dan utusan pengurus daerah tetap menyimak setiap pesan dan arahan para tokoh dengan ikhlas, tertib, dan legowo.
















