JAKARTA — Aksi unjuk rasa skala besar yang memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI diwarnai kendala teknis jaringan pada Kamis (27/8/2026). Lumpuhnya sinyal seluler di sekitar lokasi utama demonstrasi menyebabkan proses peliputan serta pengiriman berita para jurnalis ke meja redaksi tersendat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, gangguan jaringan internet tersebut memaksa puluhan awak media memutar otak. Mereka terpaksa berjalan menjauh sejauh 400 hingga 800 meter dari pusat kerumunan massa demi mendapatkan koneksi internet yang stabil.
Jurnalis Berjalan hingga Flyover Gerbang Pemuda
Salah seorang jurnalis media nasional, Fadil, mengeluhkan sulitnya akses komunikasi di titik utama aksi. “Di depan Gedung DPR tidak ada sinyal sama sekali untuk mengirim berita,” ungkapnya di lokasi.
Hal serupa dirasakan Hadi, jurnalis media daring lainnya. Ia harus berjalan kaki cukup jauh hingga ke kawasan flyover Gerbang Pemuda agar berkas laporan teks dan video liputannya dapat terkirim. “Dari pagi tadi kirim berita dan foto/video ke kantor susah sekali,” tuturnya.
Kepadatan Massa AMPB dan GERAM Lumpuhkan Akses Jalan
Kendala sinyal terjadi seiring dengan padatnya gelombang konsentrasi massa sejak pagi hari. Demonstran memadati sepanjang ruas Jalan Gatot Subroto hingga jalur Jalan Gerbang Pemuda yang mengarah ke Gedung TVRI.
Aksi pengawasan publik terhadap fungsi legislasi dan anggaran DPR RI ini digerakkan oleh gabungan kelompok massa, di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) serta Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM).












