PEMALANG – Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, H. Chanifuddin, S.Ag., M.Si., melakukan kunjungan pembinaan ke Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Daarul Akhlak di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas pendidikan keagamaan, khususnya madrasah diniyah, agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Pendidikan Harus Selaras dengan Kearifan Lokal
Dalam arahannya di hadapan para dewan asatidz, H. Chanifuddin menegaskan bahwa perjuangan mengembangkan pendidikan keagamaan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial budaya masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan menghormati adat istiadat setempat akan mempermudah proses pembinaan serta memperkuat eksistensi madrasah diniyah di tengah masyarakat.
“Pendidikan keagamaan harus mampu berjalan selaras dengan budaya masyarakat. Dengan demikian, proses pembinaan akan lebih mudah diterima dan keberadaan madrasah akan semakin memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Miliki 80 Santri, Fasilitas Masih Terbatas
Sementara itu, Kepala MDT Daarul Akhlak, Ustadz Taryono, menjelaskan bahwa Desa Gongseng memiliki sekitar 400 kepala keluarga, namun hingga saat ini hanya memiliki satu Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Ia mengungkapkan, kondisi sarana pembelajaran masih sangat terbatas. Saat ini, kegiatan belajar mengajar hanya memanfaatkan dua ruang, yakni satu ruang kelas permanen dan satu ruang yang menggunakan teras rumah pribadi.
Padahal, untuk melayani pembelajaran santri mulai kelas I hingga kelas IV secara optimal, madrasah setidaknya membutuhkan empat ruang kelas.
Honor Asatidz Masih Mengandalkan Iuran Santri
Saat ini, MDT Daarul Akhlak membina sekitar 80 santri yang mengikuti pendidikan keagamaan setiap hari.
Namun, operasional madrasah, termasuk honor bagi enam orang dewan asatidz, masih mengandalkan iuran santri sebesar Rp1.000 per hari.
Karena itu, pihak madrasah berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Ijazah MDT Jadi Syarat Masuk SMP Negeri
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa ijazah Madrasah Diniyah memiliki peran penting sebagai salah satu persyaratan bagi peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri di wilayah setempat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa keberadaan madrasah diniyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan formal sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Diharapkan Mendapat Dukungan Berbagai Pihak
Melalui kunjungan pembinaan ini, diharapkan para dewan asatidz semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah Daarul Akhlak.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong perhatian pemerintah, masyarakat, maupun para dermawan terhadap penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga MDT Daarul Akhlak dapat memberikan layanan pendidikan keagamaan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Gongseng dan sekitarnya.












