Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Wakil Bupati Asmat Tekankan Sinkronisasi ‘Asta Cita’ dan Kemandirian Fiskal

ASMAT — Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprouw, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 dengan menekankan pentingnya transformasi birokrasi di wilayah Papua Selatan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa otonomi daerah harus menjadi mesin utama dalam mewujudkan visi nasional “Asta Cita” di Bumi Cenderawasih.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Asmat untuk merefleksikan kembali esensi pelimpahan wewenang dari pusat ke daerah demi kesejahteraan rakyat.

Sinkronisasi Pusat dan Daerah: Mewujudkan Asta Cita

Mengusung tema nasional “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Yoel Manggaprouw menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memastikan kebijakan lokal selaras dengan delapan misi utama pemerintah pusat.

“Otonomi daerah bukan sekadar penyerahan wewenang administratif, melainkan instrumen strategis untuk bergerak lebih cepat. Setiap kebijakan di Asmat wajib bermuara pada penguatan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Yoel dalam sambutannya.

Transformasi ASN dan Efisiensi Anggaran

Menghadapi tantangan pembangunan yang dinamis, Wakil Bupati memberikan peringatan keras kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meninggalkan pola kerja lama yang kaku. Ia menekankan dua poin krusial bagi birokrasi Asmat:

  1. Inovasi Pelayanan: ASN diminta memanfaatkan ruang kreativitas otonomi untuk menyederhanakan akses layanan publik agar lebih menyentuh masyarakat hingga pelosok.

  2. Integritas Fiskal: Penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan transparan. “Pastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di tanah ini,” tegasnya.

Menuju Kemandirian dan Stabilitas Wilayah

Di tengah ketergantungan pada dana transfer pusat, Pemkab Asmat mulai membidik penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yoel mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menggali potensi ekonomi lokal secara kreatif dan bertanggung jawab tanpa memberatkan beban hidup masyarakat.

Selain itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan. Kepastian hukum dan kondusivitas wilayah dinilai sebagai prasyarat mutlak bagi masuknya investasi serta kelancaran pembangunan infrastruktur di Asmat.

Harapan di Ufuk Timur

Menutup rangkaian peringatan, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Otda ke-30 sebagai ajang pembuktian bahwa Kabupaten Asmat mampu berdiri tegak sebagai motor penggerak kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.

“Mari kita buktikan bahwa Asmat mandiri dan mampu mengelola kearifan lokalnya menjadi kekuatan pembangunan yang disegani,” tutup Yoel Manggaprouw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *