KLATEN — Ribuan guru dan karyawan Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten memadati Gedung Graha Bung Karno (GBK) dalam agenda Silaturahmi Akbar dan Motivasi Pendidikan, Sabtu (18/04/2026). Bupati Klaten hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi atas kontribusi besar Muhammadiyah dalam membangun dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah yang secara konsisten membantu pemerintah daerah dalam mencerdaskan generasi muda serta menjawab tantangan zaman.
Menjawab Tantangan Era Kecerdasan Buatan (AI)
Bupati menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar dengan hadirnya kemudahan informasi melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pendidikan harus semakin solid.
“Harapan kita ke depan, kolaborasi ini terus ditingkatkan. Tantangan dunia pendidikan hari ini dengan hadirnya kemudahan informasi AI harus bisa kita jawab. Generasi muda tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga harus kuat fondasi agamanya, terjaga adabnya, serta memiliki spirit toleransi dan wawasan kebangsaan,” tegas Bupati.
Komitmen Pendidikan Murah: Seragam Gratis dan Beasiswa Kuliah
Sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pendidikan, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Klaten untuk meringankan beban biaya sekolah bagi masyarakat.
“Insyaallah, mulai tahun depan kami menganggarkan penyediaan seragam gratis bagi seluruh siswa baru SD dan SMP. Selain itu, tahun ini kami mulai menyalurkan beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu agar dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tahun depan program beasiswa ini akan lebih masif lagi,” ungkapnya.
Kesiapan Guru Muhammadiyah di Era Digital
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Klaten, Agus Mulyadi, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung program pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas. FGM berkomitmen membekali para pendidik dengan kecakapan teknologi yang dibarengi dengan kebijakan bermedia sosial.
“Kami akan mengadakan berbagai kegiatan seperti workshop dan In-House Training (IHT) untuk memberikan bekal kepada guru bagaimana bermedia dengan bijak. Siswa Muhammadiyah harus dibekali akhlak, ilmu, dan wawasan agar bijak dalam mengelola emosi serta media sosial,” ujar Agus.
Acara ini juga menghadirkan Direktur Penjaminan Mutu Nasional Sekolah/Madrasah Muhammadiyah, KH. Fahri, S.Ag., M.M., sebagai narasumber. Beliau memaparkan strategi komunikasi efektif untuk mewujudkan pendidikan Muhammadiyah Klaten yang unggul di bidang teknologi dan berprestasi di tingkat nasional.












