Sebut “Malaikat Pun Tak Mampu Bangun Kalbar”, Wagub Krisantus Kurniawan Dihujat Netizen

SEKADAU — Gelombang hujatan membanjiri akun media sosial Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyusul pernyataannya yang dinilai merendahkan akal sehat publik. Di tengah jeritan warga Kabupaten Sintang yang bertaruh nyawa melewati jalan rusak berlumpur, Krisantus justru melontarkan pembelaan diri menggunakan narasi religius yang dianggap sebagai bentuk keputusasaan birokrasi.

Hujatan ini dipicu oleh respons sinis Wagub terhadap video viral TikTok yang meminta bantuan Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk memperbaiki jalan di Sintang. Alih-alih memberikan solusi konkret, Krisantus justru membandingkan Kalimantan Barat dengan Jawa Barat secara timpang.

Narasi “Malaikat” yang Memancing Kemarahan Publik

Dalam acara Sertijab CEO CU Keling Kumang di Tapang Sambas (25/3/2026), Krisantus dengan lantang menyebutkan bahwa luas wilayah dan minimnya anggaran menjadi tembok penghalang yang tidak bisa ditembus, bahkan oleh kekuatan supranatural sekalipun.

“Dengan posisi seperti itu, malaikat pun yang menjadi Gubernur Kalimantan Barat tidak akan mampu maksimal membangun infrastruktur,” tegas Krisantus di depan para pejabat daerah.

Pernyataan “malaikat pun tak mampu” ini seketika viral dan menjadi bahan cemoohan netizen. Banyak pihak menilai Wagub sedang mempertontonkan sikap defeatist (menyerah sebelum bertanding) dan menggunakan tameng anggaran untuk menutupi ketidakmampuan dalam melakukan inovasi pendanaan atau lobi strategis ke pemerintah pusat.

Data Anggaran vs Realitas Penderitaan Warga

Krisantus memaparkan data bahwa APBD Kalbar hanya sebesar Rp11,1 Triliun untuk mengurus wilayah yang sangat amat luas, jauh di bawah Jawa Barat yang memiliki anggaran Rp30,49 Triliun dengan luas hanya sepertiganya.

Namun, bagi masyarakat Sintang yang setiap hari berkubang lumpur, data tersebut dianggap sebagai “lagu lama” yang membosankan. Kritik pedas dari oposisi menyebutkan bahwa Jawa Barat bisa memiliki anggaran besar karena pemerintahnya mampu membangun infrastruktur yang memicu perputaran ekonomi dan PAD, bukan sekadar meratapi luas wilayah di atas podium mewah.

Tudingan “Berjuang Sendirian” Dinilai Sebagai Kegagalan Diplomasi

Wagub juga mengeluhkan posisi Kalbar yang tidak didukung oleh provinsi tetangga secara ekonomi, berbeda dengan Jawa Barat. Namun, publik menghujat pernyataan ini karena dianggap menunjukkan kelemahan diplomasi antarwilayah dan kegagalan pemerintah provinsi dalam menarik investasi besar ke tanah Borneo.

Harapan Krisantus agar anggota CU Keling Kumang membantu “menginformasikan kondisi nyata” ini justru dibalas dengan komentar pedas netizen yang meminta pemerintah berhenti beretorika dan mulai bekerja nyata. “Kalau memang malaikat saja tidak mampu, apalagi manusia yang kerjanya cuma bisa mengeluh?” tulis salah satu netizen di kolom komentar video tersebut.

Hingga saat ini, belum ada permintaan maaf atau klarifikasi lebih lanjut dari pihak Pemprov Kalbar terkait diksi “malaikat” yang telah melukai perasaan warga yang mendambakan pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *