PEMALANG — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Nashiriyah Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial lintas daerah. Melalui bantuan pelunasan tunggakan biaya pendidikan sebesar Rp5.070.000, madrasah ini berhasil menyelamatkan seorang siswa di salah satu madrasah di Jakarta Selatan dari ancaman putus sekolah.
Langkah ini menjadi bukti bahwa solidaritas pendidikan tidak mengenal batas wilayah demi menjamin keberlanjutan masa depan generasi bangsa.
Rasa Syukur Wali Murid
Istikomah Selalu, wali murid penerima bantuan, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi secercah harapan di tengah kesulitan ekonomi yang sempat mengancam pendidikan buah hatinya.
“Kami sangat berterima kasih karena beban kami telah diringankan. Berkat kepedulian MI Al Nashiriyah, anak kami dapat terus melanjutkan sekolah tanpa harus terhenti di tengah jalan,” ujarnya, Selasa (05/05/2026).
Komitmen Menjaga Hak Pendidikan
Kepala MI Al Nashiriyah Moga, Gus Ishom, menegaskan bahwa pihaknya memegang teguh prinsip bahwa kendala biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mengenyam pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah hak fundamental yang wajib dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Jangan sampai ada anak putus sekolah. Pendidikan adalah hak setiap anak, dan kita semua memiliki kewajiban untuk memastikan hak tersebut terpenuhi,” tegas Gus Ishom.
Selaras dengan Amanat Konstitusi
Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan berbagai regulasi di Indonesia yang menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara, di antaranya:
-
UUD 1945 Pasal 31 ayat (1): Menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
-
UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas): Menjamin hak yang sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan bermutu.
-
UU No. 35 Tahun 2014 (Perlindungan Anak): Menjamin hak anak untuk memperoleh pembelajaran sesuai minat dan bakatnya.
MI Al Nashiriyah Moga berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk turut aktif dalam meringankan beban masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, cita-cita luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud tanpa ada satu pun anak yang tertinggal.












