MALANG — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar RI), Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi dosen tamu dalam kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Fakultas Vokasi UB ini mengangkat tema strategis: “Smart and Sustainable Hospitality, Sinergi Teknologi Digital, Penguatan SDM, dan Transformasi Kebijakan Pariwisata Indonesia”.
Pergeseran Paradigma: Dari Kuantitas ke Kualitas
Dalam paparannya di Gedung Widyaloka, Ni Luh menjelaskan bahwa arah pembangunan pariwisata Indonesia dalam RPJMN 2025-2029 telah mengalami pergeseran visi yang signifikan. Indonesia kini tidak lagi hanya mengejar angka kunjungan (quantity), melainkan fokus pada pengalaman wisatawan (quality of experience).
“Kita tidak lagi bicara soal numbers atau jumlah saja. Kita sudah bicara tentang kualitas pengalaman. Kekuatan utama kita adalah keramahtamahan (hospitality), dan itulah yang memposisikan Indonesia secara kuat di kancah pariwisata dunia,” ujar Ni Luh di hadapan para mahasiswa dan akademisi.
Sinergi Teknologi dan Keramahtamahan
Meskipun tren pariwisata global sangat dipengaruhi oleh digitalisasi dan isu-isu global, Ni Luh mengingatkan bahwa aspek manusia tetap tidak tergantikan. Teknologi digital harus bersinergi dengan karakter SDM yang mumpuni untuk menciptakan layanan yang cerdas sekaligus berkelanjutan.
Langkah Strategis Penguatan SDM Pariwisata:
-
Standardisasi Kompetensi: Perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) khusus bidang pariwisata.
-
Upgrading Skill ASN: Penugasan ASN di lingkungan Dinas Pariwisata daerah untuk meningkatkan standar pelayanan.
-
Regulasi Desa Wisata: Penguatan aturan guna memastikan masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pembangunan destinasi.
Menuju Persaingan Internasional
Wamenpar berharap institusi pendidikan, seperti Universitas Brawijaya, dapat menjadi inkubator bagi lahirnya tenaga profesional yang siap bersaing secara global. Dengan kebijakan yang terarah dan pembinaan SDM yang terstandardisasi, pariwisata Indonesia diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian nilai budaya dan alam.
Kuliah umum ini diselenggarakan secara hybrid, menarik antusiasme ratusan peserta baik yang hadir secara luring di Gedung Widyaloka maupun daring melalui platform Zoom.













