KARAWANG — Kondisi saluran irigasi dan drainase di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kian memprihatinkan. Penumpukan lumpur, tanah, hingga sampah rumah tangga membuat aliran air tersumbat total, sehingga dasar saluran tidak lagi terlihat.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan kumuh di sepanjang saluran irigasi, tepatnya mulai dari depan area Futsal hingga mendekati Dealer Honda di wilayah Amansari.
Sepanjang 200 Meter Tersumbat Sampah dan Rumput
Saluran sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Selain dangkal akibat sedimentasi lumpur yang menebal, permukaan saluran juga ditumbuhi rumput liar yang lebat.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan kios-kios di atas saluran irigasi yang disinyalir membuang air limbah langsung ke dalam drainase setiap hari. Hal ini menimbulkan aroma tidak sedap dan merusak ekosistem pengairan di pusat wilayah Rengasdengklok.
Kritik Terhadap Kinerja Instansi Terkait
Warga menyayangkan kurangnya perhatian dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan pihak Kecamatan Rengasdengklok dalam melakukan normalisasi. Pasalnya, saluran ini berada di lokasi yang cukup vital namun terkesan dibiarkan tidak terurus dalam waktu yang lama.
“Seharusnya ada peninjauan menyeluruh ke area persawahan dan pintu air. Jika dibiarkan, saat musim hujan tiba, air dipastikan akan tersumbat dan menggenangi pekarangan rumah penduduk,” ujar salah seorang warga setempat.
Mendesak Penanganan Sebelum Musim Hujan
Saat ini, sebagian besar saluran memang dalam kondisi kering karena sedang dalam masa pemeliharaan atau perbaikan teknis. Namun, warga mendesak agar momentum ini digunakan untuk melakukan pengerukan total dan pembersihan sampah secara sungguh-sungguh.
Jika tidak segera ditangani, penyumbatan ini dikhawatirkan akan berdampak luas, mulai dari kerusakan jalan akibat genangan air hingga potensi kerugian materiil bagi warga yang rumahnya terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Karawang diharapkan segera turun tangan sebelum dampak yang lebih buruk terjadi.












