TANGERANG — Aksi penyelundupan narkotika lintas pulau berhasil digagalkan oleh petugas gabungan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tiga orang penumpang maskapai Batik Air (ID-6863) rute Batam-Jakarta diamankan petugas setelah kedapatan membawa paket diduga sabu seberat 1 kilogram, Kamis (22/1/2026).
Ketiga terduga pelaku yang berinisial AP, MR, dan ES, tak berkutik saat petugas Aviation Security (Avsec) dan kepolisian sudah menunggu mereka tepat saat pesawat mendarat di Terminal 2 Kedatangan Domestik.
Kronologi: Lolos di Batam, Terkepung di Tangerang
Drama penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas Airport Authority Bandara Hang Nadim, Batam, saat proses pemindaian bagasi. Namun, saat kecurigaan muncul, ketiga terduga pelaku diketahui sudah melakukan boarding dan pesawat Batik Air ID-6863 telah melakukan pushback siap untuk lepas landas.
Pihak Bandara Hang Nadim segera melakukan koordinasi darurat dengan otoritas Bandara Soekarno-Hatta. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Avsec, Security Batik Air, dan Sat Narkoba Polresta Bandara Soetta langsung bersiaga di gate kedatangan.
Penyergapan Saat Mendarat
Pukul 08.50 WIB, sesaat setelah pesawat menyentuh landasan pacu (landing), petugas langsung mengamankan ketiga penumpang tersebut. Mereka kemudian digiring ke ruang Lost and Found Baggage untuk menjalani pemeriksaan awal.
Dari hasil penggeledahan koper bagasi, petugas menemukan barang bukti berupa:
-
Narkotika jenis sabu dengan berat total 1 kg.
-
Boarding Pass Batik Air rute BTH-CGK.
-
Koper bagasi milik penumpang.
Penyelidikan Lebih Lanjut di Polresta Soetta
Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih dua jam di Posko Avsec, pada pukul 11.00 WIB, ketiga pelaku beserta barang bukti resmi diserahkan kepada Sat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta melalui Berita Acara Serah Terima (BAST).
Hingga berita ini diturunkan, ketiga pelaku masih menjalani proses pendalaman identifikasi dan asesmen di Mapolresta Bandara Soetta guna mengungkap jaringan pengedar narkotika yang melibatkan mereka. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk udara guna mencegah peredaran gelap narkoba.












