JOMBANG – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Jombang Ke-115 pada bulan Oktober, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang menambah satu destinasi baru dalam program rutinan Interkoneksi Wisata Religi.
Pada Rabu (15/10/2025), peserta yang berasal dari jamaah pengajian Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, diajak mengunjungi Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jombang sebagai tujuan ketiga dalam rangkaian ziarah.
Tujuan utama penambahan destinasi ini adalah untuk mengolaborasikan wisata religi dengan wisata belanja, sekaligus mendukung produk hasil ekonomi kreatif dan UMKM asli Jombang. Galeri Dekranasda Jombang sendiri diketuai oleh Ny. Yuliati Nugrahani Warsubi, Istri Bupati Jombang.
Rute Ziarah dan Pertimbangan Keselamatan
Rombongan dijemput menggunakan bus fasilitas Disporapar Jombang mulai pukul 07.00 WIB, dengan rute sebagai berikut:
-
Makam Mbah Buyut Sona (Kabuh): Dipilih sebagai destinasi pertama dengan pertimbangan kondisi medan. Lokasi makam yang berada di perbukitan dan menaiki anak tangga, serta kondisi jalan berpasir yang rentan saat basah, dianggap lebih aman dilewati pada pagi hari saat tidak hujan.
-
Makam Mbah K.H. Wahab Hasbullah (Tambakejo, Jombang): Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan Pencipta lagu Ahlal Wathon yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
-
Galeri Dekranasda Jombang: Peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk berbelanja oleh-oleh khas Jombang, baik berupa makanan ringan, kreasi fashion, hingga kaos peringatan Jombang Fest.
-
Makam Mbah Sayyid Sulaiman (Mojoagung).
-
Kawasan Wisata Religi Gus Dur (KWRG) dan PP. Tebuireng: Sebagai destinasi akhir.
Setelah berziarah di Makam K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), peserta diajak menyusuri area UMKM Seblak untuk membeli oleh-oleh sebelum diantar kembali ke titik awal penjemputan.
Pemerintah Kabupaten Jombang berharap penambahan destinasi ke Galeri Dekranasda dapat memberikan feedback terbaik dari masyarakat terkait kemajuan pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui produk-produk UMKM.













