Ribuan Orang Demo Tolak Ceramah KH Imaddudin di Gresik

Sejumlah massa yang mengatas namakan Aliansi Umat Islam Jawa Timur menggelar aksi demo menolak kedatangan dan ceramah KH Imaddudin al-Bantani dari Banten yang awalnya akan diselenggarakan di Desa Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Aksi tersebut imbas dari beberapa ceramah KH Imaddudin al-Bantani yang dinilai provokasi dan menghina dzuriat atau keturunan baginda nabi besar Muhammad SAW di mana KH Imaddudin di beberapa ceramahnya selalu bilang bahwa para habib di Indonesia ini tidak ada hubungan dengan baginda rasul serta dia meragukan nasab dari para habib yang ada di Indonesia saat ini.

Ketika awak media memantau kondisi di lapangan, terlihat spanduk bertuliskan “TOLAK PEMECAH BELAH UMAT IMAD & THE GENK DI SELURUH JAWA TIMUR” terpampang jelas di wilayah tersebut.

Bramada Pratama Putra salah seorang perwakilan Aliansi Umat Islam Jawa Timur mengatakan bahwa isi ceramah KH Imaddudin penuh dengan nada provokatif yang kebanyakan isi ceramahnya kerap menjelek-jelekkan satu sama lain dan dikhawatirkan akan membuat perpecahan umat beragama khususnya dari kalangan umat muslim itu sendiri.

Sementara itu pihak Polres Gresik dalam hal ini AKBP Arief Kurniawan,S.I.K selaku Kapolres Gresik memimpin langsung dan bertemu dengan beberapa perwakilan dari pendemo.

Beliau menyatakan sikap bahwa untuk kondisi keamanan kondusif dan itu adalah merupakan tanggung jawab beliau.

“Kita semua sudah pada kenal, sudah menjalin hubungan yang baik, jadi untuk rekan-rekan kalau sudah berteman dan percaya dengan kami pihak Polres Gresik maka kami mohon biarkan kami bekerja secara profesional,” ucap Kapolres dengan nada tegas.

Setelah beberapa waktu Kapolres mengobrol dengan beberapa pendemo akhirnya disepakati bahwa KH Imaddudin tidak boleh berceramah dan digantikan dengan para penceramah yang lain.

Lebih lanjut pihak Polres juga sudah bertemu dan menghimbau KH Imaddudin agar tidak berceramah yang mengandung provokasi dan membahas soal nasab, dan massa akhirnya membubarkan diri sebelum pukul 21.00 setelah ada kesepakatan antara mereka dengan panitia acara dan dibantu mediasi dari pihak Polres Gresik.

Penulis: MOH ARIEF SYUHADHA, S.H.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *