Usai melontarkan kritikan tajam atas lambatnya penanganan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Polda Sultra Selasa, (30/07/2024) Ketua EW-LMND Sultra Halim kembali menerima sejumlah ancaman/teror yang diduga preman.
Ia mengakui adanya tindakan teror tersebut, melalui via telepon selulernya dan entah darimana nomor handphone dia diambil.
Harapan saya aparat penegak hukum khususnya Ditreskrimsus Polda Sultra untuk secepatnya menunjukkan progres atas penanganan kasus ini. Karena, sudah cukup lama, harusnya dengan waktu segitu, kasus ini sudah masuk pada tahap penyidikan bahkan bila perlu sudah penetapan tersangka apabila benar dugaan tindak pidana korupsi tersebut terbukti.
Ketua EW-LMND Sultra menyampaikan tanggapannya atas aksi teror yang diduga preman tersebut, mereka menanyakan soal rilisan atau kritikannya atas dugaan tindak pidana korupsi atas pembangunan jalan lingkar di Kota Baubau yang saat ini sudah ditangani di Polda Sultra. Mereka bertanya dengan nada yang menggertak (mengancam) sambil menanyakan keberadaannya dimana.
Halim mengungkapkan bahwa aksi-aksi seperti ini adalah hal biasa baginya. “Konsekuensi seorang aktivis yah, sudah harus seperti ini. Harus siap dalam kondisi apapun. Dan saya rasa ini merupakan tindakan yang terbilang primitif/sangat ketinggalan zaman,” ujarnya.
Kemudian ia menegaskan bahwa terkait kasus ini, ia tetap akan mempressure persoalan ini.












