Pilkada adalah pemilihan kepala daerah oleh rakyat berdasarkan wilayah administrasinya, sebagai rakyat yang berdaulat untuk memilih calon pemimpin daerah yang berkualitas dan berintegritas guna memajukan suatu daerah melalui kebijakannya yang pro rakyat.
Pilkada hampir tiba, masyarakat Sultra harus bijak dalam memilih sosok calon pemimpin daerah kedepannya.
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akhir-akhir ini masif dalam menggenjot isu strategis, dalam momentum Hari Lahir LMND ke-25 Tahun yang diselenggarakan di Menteng Jakarta kemarin yang bertemakan “100 Tahun Indonesia Merdeka Geostrategi Pembangunan Manusia”.
Secara nasional, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengkonvensikan isu strategis pembangunan manusia salah satunya pada sektor pendidikan.
Ketua EW-LMND Sultra mengatakan bahwa Indonesia berada pada fase pertumbuhan penduduk yang didominasi oleh anak muda usia produktif sekitar 70,72% yang didominasi oleh Gen Z. Namun, angka pengangguran Gen Z mencapai 9,89 juta. Ditambah lagi penyebab lain pengangguran di Indonesia adalah angka putus sekolah yang tinggi. Khususnya di Sulawesi Tenggara, masih banyak terdapat problem-problem dalam dunia pendidikan. Mulai dari kasus komersialisasi, infrastruktur, serta mahalnya biaya pendidikan pada perguruan tinggi baik negeri maupun swasta serta tenaga pendidik yang kurang memadai.
Korelasinya adalah perbaikan pada sektor pendidikan guna menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menopang keberadaan Sumber Daya Alam di Sulawesi Tenggara. Perubahan mindset pada generasi penerus dimulai sejak di sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mendorong sistem emansipatoris dalam pendidikan, yang dapat mengaktualisasikan dirinya dalam menjawab tantangan-tantangan di masa yang akan datang. Hal tersebut tidak lepas dari peran pemerintah daerah kedepannya untuk memberikan ruang sebesar-besarnya dan tak lupa bagi tenaga pendidik juga ikut berperan penting.












