DESA KWARON KECAMATAN DIWEK JOMBANG SELENGGARAKAN MUSYAWARAH DESA DAN SEPAKATI PEMBENTUKAN POKDARWIS

Foto: Kepala Desa Kwaron beserta Perangkat dan dihadiri Pendamping Wisata DISPORAPAR Kab. Jombang.
Foto: Kepala Desa Kwaron beserta Perangkat dan dihadiri Pendamping Wisata DISPORAPAR Kab. Jombang.

Jombang, 31 Juli 2024 – Kepala Desa Kwaron Kecamatan Diwek selenggarakan Musyawarah Desa (MUSDES) dan hasilnya menyepakati untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) untuk optimalkan situs wisata yang berada dalam wilayahnya.

Kepala Desa Kwaron Wiji Santoso dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muhammad Haris pimpin Musyawarah Desa atau yang disebut MUSDES menyepakati untuk membentuk POKDARWIS untuk mengoptimalkan spot wisata di wilayahnya dan meningkatkan perekonomian di sekitaran komplek wisata Makam Gus Dur.

Dia mengakui selama ini pengelolaan penyangga wisata Makam Gus Dur belum tercover secara maksimal. Dalam kasus tersebut titik utamanya terletak pada spot wisata pendukung atau turunan di sekitar wilayah makam tersebut yang selalu dikunjungi sejumlah ribuan peziarah setiap harinya.

“Semoga pembentukan POKDARWIS ini bisa membantu mensejahterakan warga sekitar wisata,” ujar Kades dalam sambutannya.

Foto: Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kepemudaan Desa Kwaron hadir sebagai peserta MUSDES dan sepakati dibentuknya POKDARWIS.
Foto: Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kepemudaan Desa Kwaron hadir sebagai peserta MUSDES dan sepakati dibentuknya POKDARWIS.

Dalam Musyawarah Desa ini, selain perangkat dan BPD juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan. Bahkan sebagai penguat dan pendukung hadir pula pejabat Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Jombang, Ali Arifin dan Ayla Rohma selaku Pendamping Wisata Desa.

Foto: Ayla Rohma.
Foto: Ayla Rohma Pendamping Wisata Desa.

Dalam kesempatan ini, Ayla Rohma menyampaikan bahwa wisata yang bisa dikelola oleh POKDARWIS tidak hanya wisata yang bersifat alam saja, akan tetapi wisata buatan berupa wisata edukasi dan kreatif juga merupakan peluang untuk mendatangkan wisatawan.

Sebelum musyawarah memutuskan pembentukan POKDARWIS, pihak dinas sempat memberikan wawasan pendampingan dan potensi pengembangan wisata religi Gus Dur. Termasuk pentingnya pengembangan penyangga wisata Gus Dur.

“Potensi besarnya ada di luar kawasan wisata Gus Dur, ini yang harus dikembangkan,” ujar Ali Arifin Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang mengawali sambutannya.

Dijelaskan Ali Arifin bahwa Gus Dur memang memiliki magnet besar dalam menarik pengunjung wisatawan religi. Ada ribuan pengunjung dari berbagai pelosok bumi di Indonesia yang selalu rutin mengunjungi wisata tersebut setiap harinya.

Magnet besar ini harus bisa ditangkap untuk membawa dampak positif. Terutama pengembangan wisata penyangga di sekitar Gus Dur. “Kami akan mensupport penuh pembentukan dan pendampingan POKDARWIS ini,” janjinya.

Usai menyampaikan orientasi pengembangan wisata desa dan pengoptimalisasian wilayah wisata Makam Gus Dur, terjadi dialog antara warga dan juga tokoh masyarakat. Secara garis besar, mereka mendukung dibentuknya POKDARWIS. Mereka mengakui bahwa langkah ini penting untuk mengawali perkembangan Desa Kwaron dan memberikan solusi atas segala permasalahan yang telah dan akan terjadi dalam perkembangannya.

Penulis: DEDY F. ROSYADI, S.Pd., M.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *