URI-URI BUDAYA LELUHUR KEDUNGLUMPANG, INI HARAPAN KADES

Jombang – Tahlil dan doa bersama dalam rangka uri-uri budaya leluhur di bulan Muharram Desa Kedunglumpang diselenggarakan tiap tahun di makam Syeh Lembu Ami Luhur atau sering disebut oleh warga desa sebagai Mbah Pelumbon, terletak di pinggir hutan Desa Kedunglumpang dan tak begitu jauh dari pemukiman warga Dusun Jlaprang, Desa Kedunglumpang.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Kedunglumpang beserta perangkatnya, Babinsa Kedunglumpang, Polsek Mojoagung, tokoh masyarakat dan warga desa Kedunglumpang. Tak lupa hadir pula seorang pemangku adat Mojopahit turut meramaikan acara tersebut.

Acara dimulai dengan bacaan suratul Fatehah secara bersama yang ditujukan kepada Syeh Roudloh dan wali-wali Allah lainnya.

Acara selanjutnya yakni sambutan dari Kepala Desa, yang menyatakan bahwa acara ini berjalan dengan lancar. Pada kegiatan berikutnya, Juprianto Kepala Desa Kedunglumpang berharap kepada masyarakat agar lebih antusias seperti jaman-jaman terdahulu.

“Dulu itu, jalan menuju makam Mbah Pelumbon ini sangat sulit dan sempit tapi masyarakatnya begitu antusias melaksanakan kegiatan ini. Lha sekarang jalannya sudah baik dan lebar, meski tidak dilapisi aspal. Sepeda motor dan mobil bisa masuk sampai di dekat area makam. Masyarakat harus lebih semangat dong,” harapnya.

Pembangunan makam dan perbaikan akses jalan menuju makam Mbah Pelumbon ini tak lepas dari peran serta seorang tokoh masyarakat Dusun Jlaprang yakni Waridi.

“Dengan susah payah Waridi bekerja dan memelopori, sehingga makam dan akses jalan jadi lebih baik,” ungkap Juprianto selaku Kepala Desa Kedunglumpang.

Acara dilanjutkan dengan bacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh Kiai Imam Sanusi dan dilanjutkan oleh Kiai Danuri, seorang sesepuh Desa Kedunglumpang, yang menyatakan bahwa Syeh Lembu Ami Luhur adalah salah 1 wali Allah yang ada di bumi Mojopahit (khususnya Desa Kedunglumpang) yang patut dimulyakan.

Kiai Danuri menyimpulkan bahwa inti sari dari acara ini adalah uri-uri budaya leluhur.

“Dalam berdoa kita bisa lakukan dimana saja baik di masjid, makam, pinggir sungai atau dimanapun kita berada adalah sah. Yang terpenting tujuannya satu yakni memohon kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala,” jelasnya.

Penulis: SRI WILUJENG DHEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *