PANCUR BATU — Penanganan kasus penembakan yang menimpa Agus Ginting, Robin Sembiring, dan Mirpan oleh Polsek Pancur Batu menuai sorotan tajam. Meski laporan telah dilayangkan sejak tujuh bulan lalu, para pelaku hingga kini masih menghirup udara bebas. Ketidakpastian hukum ini memicu desakan agar pimpinan Polri segera mengevaluasi kinerja Kapolsek Pancur Batu dan jajarannya.
Kasus ini resmi terdaftar dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/106/III/2025/SPKT/POLSEK PANCUR BATU/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 5 Maret 2025.
Alat Bukti Dinilai Cukup, Namun Tak Ada Titik Terang
Korban melalui perwakilannya, Robin Sembiring, menilai pihak kepolisian terkesan tidak serius dalam mengungkap identitas pelaku. Padahal, petunjuk awal berupa kendaraan yang digunakan pelaku, yakni Suzuki Carry Pick Up hitam, telah ditelusuri penyidik.
Saksi kunci menyebutkan mobil tersebut berpindah tangan melalui skema gadai, mulai dari saksi bernama Irwandi alias Ribut hingga kepada pria berinisial B di Desa Lama. Meski rentetan saksi pemegang mobil telah diperiksa, Polsek Pancur Batu belum juga menetapkan tersangka penembakan.
“Jika serius, alat bukti sebenarnya sudah cukup untuk mengungkap pelaku. Kami menduga kuat otak pelaku adalah bandar judi dan narkoba besar di wilayah ini,” ujar Robin Sembiring, Senin (29/12/2025).
Minta Kapolrestabes dan Kapolda Turun Tangan
Kecewa dengan kinerja Polsek setempat yang telah didemo sebanyak tiga kali namun nihil hasil, korban kini meminta atensi langsung dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dan Kapolda Sumatera Utara.
Robin Sembiring mendesak agar pimpinan Polri segera mencopot:
-
Kompol Djanuarsa SH (Kapolsek Pancur Batu)
-
Iptu Junaidi Karosekali (Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu)
-
Penyidik yang menangani perkara.
“Mereka dinilai tidak mampu menangani laporan masyarakat dan terkesan melakukan pembiaran terhadap praktik judi serta narkoba yang merajalela di wilayah hukum Pancur Batu,” tegasnya.
Pejabat Polsek “Alergi” Wartawan
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada jajaran pimpinan Polsek Pancur Batu menemui jalan buntu. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Kompol Djanuarsa, Kanit Reskrim Iptu Junaidi Karosekali, maupun Kanit Intelkam Iptu Edison Sembiring, tidak memberikan respon meski pesan konfirmasi melalui WhatsApp telah terkirim. Sikap bungkam para pejabat ini dinilai sebagai bentuk ketidakterbukaan terhadap informasi publik.
Ancaman Aksi Massa Besar-Besaran
Sebagai bentuk protes atas mampetnya penegakan hukum, Robin menyatakan dalam waktu dekat akan mengerahkan massa untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolsek Pancur Batu dan Mapolrestabes Medan. Masyarakat menuntut keadilan transparan dan penangkapan segera terhadap para pelaku penembakan yang dinilai sangat meresahkan tersebut.












