Waspada! Lubang Menganga di Jalan Glagahwangi Klaten Ancam Nyawa Pengendara, Warga Tagih Janji DPUPR

KLATEN — Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, kian memprihatinkan. Jalan strategis yang menghubungkan Kecamatan Ceper dan Kecamatan Polanharjo tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa lubang besar yang mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (1/3/2026), lubang tersebut berada tepat di persimpangan jalan dengan posisi yang sangat berbahaya. Di bawah lubang tersebut terdapat saluran air dengan kedalaman lebih dari 50 cm, yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan kecelakaan fatal bagi pengendara yang terperosok.

Janji Perbaikan yang Tak Kunjung Realisasi

Menurut penuturan warga setempat, Wardono, kerusakan ini sudah terjadi lebih dari satu tahun. Warga mengaku telah melapor ke Pemerintah Desa, namun karena statusnya sebagai jalan kabupaten, kewenangan perbaikan sepenuhnya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten.

“Dulu dijanjikan perbaikan sebelum Lebaran tahun lalu, tapi sampai mau Lebaran lagi belum ada tanda-tanda diperbaiki. Sudah sering terjadi kecelakaan di sini karena pengendara terperosok,” ujar Wardono dengan nada kecewa.

Kondisi ini sangat menyulitkan kendaraan roda empat atau lebih saat melintasi persimpangan tersebut, terutama pada malam hari atau saat hujan turun yang membuat lubang tidak terlihat dengan jelas.

Tanggapan DPUPR: Masuk Agenda Pemeliharaan Rutin

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Klaten, Tri Siwidodo, menyatakan bahwa ruas jalan tersebut sudah masuk dalam radar perbaikan. Melalui pesan singkat, ia menjelaskan bahwa penanganan jalan Glagahwangi akan masuk dalam skema pemeliharaan rutin.

“Masuk pemeliharaan rutin. Jika memungkinkan selesai sebelum Lebaran, akan kami kerjakan segera. Namun, jika kendala waktu tidak mencukupi, akan dikerjakan setelah Lebaran,” jelas Tri Siwidodo.

Desakan Warga: Harus Beres Sebelum Arus Mudik

Masyarakat setempat berharap pemerintah tidak menunda-nunda perbaikan hingga usai hari raya. Mengingat jalur tersebut akan menjadi akses padat saat arus mudik dan balik Lebaran, warga mendesak DPUPR untuk melakukan penambalan darurat atau perbaikan permanen secepatnya demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *