Warga Gantiwarno Serbu Gerakan Pangan Murah: Telur Ayam Rp25.000 Per Kg Ludes dalam Sekejap

KLATEN — Ratusan warga di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, memadati aula kantor kecamatan sejak Jumat pagi (6/3/2026) untuk berburu kebutuhan pokok dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM). Komoditas telur ayam menjadi primadona utama karena dijual jauh di bawah harga pasar.

Dalam pantauan di lokasi, telur ayam dibanderol hanya Rp25.000 per kg, sementara harga di pasaran saat ini telah menyentuh angka Rp29.500 per kg. Selisih harga yang mencapai Rp4.500 tersebut membuat warga rela mengantre sejak awal acara dibuka.

Stok Telur dan Beras SPHP Ludes Terjual

Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat sebanyak 300 kg telur ayam ludes terjual dalam waktu singkat. Selain telur, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) juga menjadi buruan warga yang ingin mengamankan stok pangan menjelang Idulfitri.

Camat Gantiwarno, Verronica Retno Setyaningsih, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Menjelang Idulfitri tren harga biasanya naik. Untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat, kami mengadakan Gerakan Pangan Murah ini sebagai langkah konkret stabilitas harga,” ujar Retno di sela kegiatan.

Daftar Harga Komoditas di GPM Gantiwarno:

Pemerintah menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga subsidi yang sangat terjangkau:

  • Telur Ayam: Rp25.000 per kg

  • Beras SPHP (Bulog): Rp15.000 per kg

  • Beras Lokal: Rp11.500 per kg

  • Minyak Goreng: Rp15.000 per liter

  • Gula Pasir: Rp15.000 per kg

Pemberdayaan UMKM KWT dan Layanan IKD

Tak hanya menjual kebutuhan pokok dari Bulog, acara ini juga dimeriahkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai desa di wilayah Gantiwarno. Mereka mempromosikan produk UMKM olahan pangan lokal serta hasil pertanian segar langsung dari kebun.

Sebagai nilai tambah, Pemerintah Kecamatan Gantiwarno juga membuka layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan jemput bola ini memudahkan warga yang sedang mengantre pangan murah untuk sekaligus memperbarui akses administrasi kependudukan digital mereka.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan nasional, sekaligus memastikan kesejahteraan warga Klaten tetap terjaga selama masa Ramadan dan Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *