Upgrade Softskill: PT Charoen Pokphand Jaya Farm West 3 Gelar Pelatihan Leadership untuk Supervisor se-Kalimantan

TANAH LAUT — Guna memperkuat fondasi kepemimpinan dan efektivitas kerja di lapangan, manajemen PT. Charoen Pokphand Jaya Farm West 3 menggelar pelatihan intensif bertema “Leadership dan Problem Solving”, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Tanah Laut ini menyasar peningkatan softskill para supervisor dan staf PGA (Personnel & General Affairs). Sebanyak 25 peserta lintas area, mencakup Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, hadir mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mencetak pemimpin tim yang solutif.

Filosofi Upgrade: Softskill sebagai Penggerak Performa

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi perusahaan, di antaranya General Manager (GM) Area Kalsel, Bapak Kristiyono, dan GM Area Hatchery, Bapak Sugeng.

Dalam arahannya, Bapak Kristiyono menekankan bahwa pengembangan pengetahuan adalah investasi jangka panjang untuk memberikan dukungan operasional yang lebih solid. Ia berharap pelatihan ini mampu membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi dinamika tim di Farm.

Sementara itu, Bapak Sugeng memberikan perumpamaan menarik mengenai pentingnya menyeimbangkan kemampuan teknis (hardskill) dengan kemampuan manajerial (softskill).

“Ibarat komputer, kalau sudah mulai lambat atau ‘lemot’, ya harus kita upgrade. Jika hardskill sudah dimiliki, maka softskill juga wajib dikuasai agar kinerja tetap optimal,” tegasnya.

Antusiasme Tinggi dan Format Pelatihan yang Efektif

Penanggung jawab kegiatan sekaligus PGA Area Kalimantan, Bapak Bambang H, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama pelatihan gabungan untuk PGA dan Supervisor digelar di wilayah Kalimantan.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Kelas berjalan sangat aktif dan partisipatif. Melihat respon positif ini, kami berencana untuk mengadakan kembali pelatihan serupa di gelombang (batch) kedua,” ungkap Bambang saat ditemui usai diskusi kegiatan.

Pelatihan dikemas dengan nuansa santai namun tetap berisi, sebuah metode yang terbukti lebih efektif dan mudah diterima oleh para peserta. Dengan penguasaan teknik pemecahan masalah (problem solving) yang lebih baik, para supervisor diharapkan mampu menjadi motor penggerak kinerja perusahaan yang lebih efisien di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *